KATANDA.ID, Palembang – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Jumat (3/11) serentak meluncurkan “Dagang Mudah Belanja Murah” pada 13 pasar yang ada di tiga provinsi, Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi dan Bangka Belitung (Babel). Peluncuran dilakukan Bank BRI RO Palembang.
Di Sumsel peluncuran “Dagang Mudah Belanja Murah” berlangsung di Pasar Sako, Plaju, Pasar Shopping Center Kayuagung, Palembang, Pasar Randik Sekayu, Pasar Inpres Lubuk Linggau, Pasar Baru Baturaja.
Sementara di Jambi berlangsung di Pasar Angso Duo, Pasar Aur Duri Abunjani Sipin, Pasar Kramat Tinggi, dan Pasar Parit 1 di Jambi. Di Babel peluncuran Pasar Pagi Pangkal Pinang, Pasar Kite dan Pasar Kimthing.
Dalam keterangan pers Regional Chief Audit (RCA) Edi Setiawan mengatakan, “Program ini seiring dengan visi BRI untuk menjadi Champion of Financial Inclusion. Oleh karena itu Bank BRI terus mendorong inklusi keuangan dan peningkatkan literasi serta transaksi digital, terutama di sentra-sentra perdagangan dengan menyediakan sarana pembayaran berupa QRIS BRI dan BRIMO.”
“Dengan tema ‘Dagang Mudah Belanja Murah – Mudah Transaksinya, Banyak Hadiahnya’ merupakan ajakan bagi para pelaku usaha di pasar-pasar di Propinsi Sumsel, Babel dan Jambi, dimana pelaku usaha yang bertransaksi cashless menggunakan alat acceptance BRI baik berupa BRIMO dan QRIS akan mendapatkan hadiah paket sembako, sepeda logam mulia handpone dan barang elektronik”, ujar Edi Setiawan didampingi Regional Mikro Banking Head (RMBH) Anang Subagyo, Kepala Bagian Brilink Yosep Mahardika dan Pemimpin Cabang Palembang Sriwijaya Pranathan Triatmojo.

Tujuan program “Dagang Mudah Belanja Murah – Mudah Transaksinya, Banyak Hadiahnya” diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan juga mendorong peningkatan literasi digital serta menjadi katalis transaksi berbasis cashless bagi para pelaku usaha di pasar-pasar tradisional tersebut.
“Program ini juga kami harapkan dapat mempererat hubungan antara BRI dengan pelaku usaha dengan memberikan value lebih terhadap kegiatan transaksi jual beli”, kata Regional Chief Audit (RCA) Edi Setiawan.
Edi juga menjelaskan pada tiga provinsi tersebut, pertumbuhan sales volume QRIS BRI secara Yoy adalah sebesar 342 persen, yang artinya ada peningkatan signifikan pada sisi volume dan transaksi.
Demikian pula dengan Kartu debit BRI di wilayah RO Palembang dengan jumlah lebih dari 2,5 juta rekening dan juga jumlah pengguna aplikasi BRIMO lebih dari 700 ribu user, secara Yoy adalah sebesar 42 persen.
Bank BUMN ini memiliki potensi luar biasa dalam menyumbang pertumbuhan transaksi cashless di wilayah Palembang. “Program ini juga dapat memberikan exsposure terhadap masyarakat luas terkait dengan upaya untuk dapat memanggil kembali masyarakat agar dapat menjadikan pasar-pasar tersebut sebagai pilihan utama dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari”, ujarnya.
BRI di Pangkalpinang
Menurut pimpinan BRI Kanca Pangkalpinang Faishal Rahman dalam keterangan pers-nya, di Kota Pangkalpinang pertumbuhan sales volume QRIS BRI sebesar Rp24 miliar lebih. Ada peningkatan signifikan pada sisi volume dan transaksi.
Untuk kartu debit BRI di wilayah BO Pangkalpinang jumlahnya lebih dari 329 ribu rekening dan juga jumlah pengguna aplikasi BRIMO lebih dari 63 ribu user, secara Yoy adalah tumbuh sebesar 24 ribu rekening. BRI memiliki potensi luar biasa dalam menyumbang pertumbuhan transaksi cashless di Kota Pangkalpinang. (ril/mas)










