KATANDA.ID, Tanjung Enim – PT Bukit Asam (PTBA) Tbk melalui Tim Kowis terus melakukan pengembangan Tanjung Enim sebagai Tujuan Kota Wisata (Kowis) kini tengah mengembangkan seni multikultural pencak silat.
Ahad (511) bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Tanah Putih Tanjung Enim Tim Kowis PTBA melalui Bidang Budaya dan Kearifan Lokal menggelar kegiatan Gong Pencak Seni Solospell Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) bersama 56 orang pesilat yang berasal dari rayon-rayon PSHT di Kecamatan Lawang Kidul.
Didi Priyono Ketua Pelaksana Kegiatan menjelaskan bahwa, Gong Pencak ini merupakan rangkaian dari program Bidang Budaya dan Kearifan Lokal Tim Tanjung Enim Kota Wisata (Kowis) dalam upaya membina seni multikultural pencak silat di Tanjung Enim yang beriringan dengan upaya PTBA dalam mewujudkan Tanjung Enim sebagai Tujuan Kota Wisata.
“Keikutsertaan pencak silat PSHT dalam program ini karena merupakan perguruan yang sudah lama ada di Tanjung Enim. Sejak akhir tahu 90-an PSHT sudah banyak menelurkan prestasi yang telah membawa harum nama Tanjung Enim dan Bukit Asam,” katanya.
Prestasi terbaru diukir PSHT yakni dengan mengantarkan salah satu atletnya sampai ke Pra PON Pencak Silat, yang juga siswa SMK Bukit Asam.
Sementara itu Ketua Bidang Budaya dan Kearifan Lokal Kowis PTBA Yuhendri Wisra mengatakan, “Gong Pencak ini merupakan bentuk kesinambungan dari Tim Bidang Budaya dan Kearifan Lokal Kowis PTBA yang terus mendukung dan melakukan pembinaan terhadap seni budaya di Tanjung Enim”.
“Dengan melakukan pembinaan terhadap seni budaya di Tanjung Enim baik seni multi kultural maupun seni budaya kearifan lokal diharapkan dapat mendorong terwujudnya Tanjung Enim menjadi Kota Wisata”, ujarnya.
Sebelumnya, Tim Kowis PTBA pada 23-24 September 2023 lalu mengadakan Workshop dan Pelatihan Seni Tari Multikultural Reog dan Pegon yang merupakan bagian dari Program Gong Enim.
Program pengembangan seni multikultural pencak silat ini menjadi kepedulian Tim Bidang Budaya Kowis untuk pengembangan kesenian yang dibina secara langsung.
Sebanyak 200 penggiat seni yang berasal dari 18 Paguyuban Reog & Pegon yang ada di Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim mengikuti kegiatan ini.
Sementara Herianto selaku perwakilan Tim Kowis PTBA menambahkan dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak bisa termotivasi berperilaku jujur dan baik.
Terdapat empat kategori yang dilombakan, yaitu tingkat Usia Dini untuk siswa SD, Usia Remaja untuk siswa SMP-SMA, Warga Pria dan Warga Wanita.
“Dari seni ini kita membangun tutur bicara, bahasa dan santunnya, peradaban anak-anak untuk masa depan. Kita berharap juga nanti ke depan, di samping seni budaya, seni-seni lain juga akan ditampilkan”, kata Harianto. (ril/mas)









