“Public Speaking” untuk Perempuan di Muba

Peserta pelatihan anggota Dharma Wanita Persatuan Dinas PUPR Muba. (FOTO : Dok. DWP PUPR Muba)

Retorika

Untuk tahu sejarah public relations silahkan baca buku Retorika yang ditulis Aristoteles. Buku ini diyakini sebagai dokumentasi tertulis terlengkap menyangkut public speaking.

Bacaan Lainnya

Menurut C Hamilton dalam “Essentials of Public Speaking”, (2003), public speaking adalah kemampuan berbicara di depan banyak orang, menyampaikan pesan yang dapat dimengerti dan dipercaya oleh publik pendengarnya.

Wenti Krisnawati dalam “Pelatihan Etika Komunikasi dan Public Speaking untuk Para Perangkat Desa Pucung Balongpanggang Gresik” (2020) menyebutkan public speaking sebagai sebuah kemampuan mengekspresikan gagasan di hadapan publik dan public speaking adalah sebuah kompetensi yang memadukan empat unsur utama pendidikan: sains, keterampilan, seni, dan karakter.

Secara umum public speaking adalah komunikasi lisan berupa pidato, ceramah, presentasi, dan jenis berbicara di depan umum (orang banyak) lainnya.

Dalam ilmu komunikasi, mempelajari teori public speaking disebut teori retorika adalah mempelajari seni wacana yang efektif. Teori retorika berpusat pada pemikiran mengenai retorika, yang disebut Aristoteles sebagai alat persuasi yang tersedia. Maksudnya seorang pembicara yang tertarik untuk membujuk khalayaknya harus mempertimbangkan tiga bukti retoris: logika (logos), emosi (pathos), dan etika/ kredibilitas (ethos).

Mengutip Yeni Setyowati dan Agus Naryoso dalam penelitiannya, “Analisis Kemampuan Public Speaking dan Komunikasi Konvergensi Host pada Acara Talk Show Mata Najwa Metro TV” menyebutkan, khalayak merupakan kunci dari persuasi yang efektif dan silogisme retoris, yang mendorong khalayak untuk menemukan sendiri potongan- potongan yang hilang dari suatu pidato, digunakan dalam persuasi.

Ada dua asumsi dari teori retoris yang dikemukakan Aristoteles: (1) Pembicara yang efektif harus mempertimbangkan khalayak mereka : dalam konteks public speaking, pembicara harus memikirkan khalayak sebagai sekelompok orang yang memiliki motivasi, keputusan, dan pilihan dan bukannya sebagai sekelompok besar orang yang homogen dan serupa.

(2)Pembicara yang efektif menggunakan beberapa bukti dalam presentasi mereka: bukti- bukti yang dimaksud merujuk pada cara-cara persuasi yang diidentifikasikan dalam tiga bukti: Logos, Pathos, Ethos Kanon Retorika.

Secara keilmuan, public speaking merupakan bagian dari ilmu komunikasi. Hal ini dikarenakan komunikasi merupakan proses interaksi untuk berhubungan dari satu pihak ke pihak lainnya. Berbicara di depan umum merupakan bagian dari ilmu komunikasi yang mempelajari proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan.

Dalam buku “Pengantar Komunikasi Antarmanusia” (2022) menyebutkan, seorang pembicara di depan umum atau public speaker sebelum tampil harus melakukan persiapan. Kita dapat menggunakan formula 5W+1H dalam mempersiapkan materi yang akan disampaikan. Teori atau konsep 5W+1H juga ada dalam teori jurnalistik yang berkaitan dengan penulis berita.

Pos terkait