KATANDA.ID, Lubuklinggau – Tim Rehabilitasi BNN Kota Lubuklinggau mencatat ada 63 rawat jalan korban penyalahgunaan narkoba selama Januari-November 2023, di mana jumlah tersebut sudah melampaui target sebanyak 30 residen.
Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riady, S Ssi didampingi Kepala Tim (Katim) Rehabilitasi, Heradiana, SKM, MM mengungkapkan, sebagian besar residen yang mengikuti rawat jalan berumur 17 sampai 45 tahun.
“Rata-rata mereka masih berumur produktif, dan jumlah ini sudah melampaui target yang diberikan kepada kami untuk memberikan pelayanan rawat jalan kepada residen,” ujarnya.
Sedangkan untuk pasien rawat inap sebanyak 19 orang yang dilakukan perawatan di Yayasan Karunia Insani dan loka lampung.
“Status pekerjaan mereka sebagian besar swasta dan wiraswasta, bagi yang rawat jalan di BNN Kota Lubuklinggau dan rawat inap di Yayasan Karunia Insani,” tukasnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Tim Rehabilitasi BNN Kota Lubuklinggau, ada beberapa penyebab orang terjerembab dalam penyalahgunaan narkoba, diantaranya karena pengaruh lingkungan, kurang harmonis dalam hubungan keluarga.
“Kalau keinginan sendiri itu jarang sekali, kebanyakan penyebabnya karena ajakan teman dan faktor lingkungan,” bebernya.
Kendati demikian, Himawan mensyukuri tingginya kesadaran korban dan masyarakat untuk melakukan perawatan supaya terbebas dari cengkraman bahaya latin narkoba.
“Meski pun jumlah pasien rawat jalan sudah melebihi target, tapi kami selalu siap melayani masyarakat yang ingin keluarganya untuk berobat di BNN Lubuklinggau,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, proses pemeriksaan dan perawatan pasien rawat jalan di BNN Kota Lubuklinggau antara lain, tes urine, screning, assesmen, psykologi edukasi, layanan rehabilitasi dan pemberian obat.
“Nah bagi masyarakat atau korban penyalahgunaan narkoba yang segan datang ke BNN Lubuklinggau, silahkan datang ke Intervensi Berbasih Masyarakat (IBM) yang ada di Kelurahan Cereme Taba, Karya Bhakti, Dempo dan Majapahit untuk rehabilitasi kategori ringan, kalau ternyata hasil pemeriksaan di klinik IBM masuk kategori sedang dan berat, nanti mereka akan merujuk perawatannya ke klinik BNN Lubuklinggau,” ajaknya. (mil)









