KATANDA.ID, Jakarta – Menjelang tutup tahun 2023, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) selama satu tahun ini sukses menunjukkan kinerja positif yang bermuara pada produktivitas yang meningkat pada sejumlah sektor yang berkaitan dengan produksi minyak dan gas (migas).
Dalam keterangan pers yang dilansir pekan lalu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memaparkan serangkaian capaian yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kegiatan hulu migas. “Selama 2023 terjadi pertumbuhan produktivitas yang menggembirakan,” katanya pada Rapat Kerja SKK Migas Tahun 2023.

Diantaranya, angka penurunan produksi minyak yang berhasil ditekan menjadi 1,1 persen. Pada tahun 2022 penurunan produksi mencapai 6,9 persen. “Untuk produksi gas lebih menggembirakan, angka penurunan tahun 2022 sebsar 2,5 persen, tahun ini produksinya berhasil meningkat sebesar 1,3%”, ujar Dwi Soetjipto.
Menurutnya, salah satu faktor utama dalam pencapaian ini adalah keberhasilan eksekusi program kerja yang masif. Jumlah pengeboran mencapai 849 sumur hingga akhir tahun 2023, melampaui angka tahun sebelumnya yang hanya 790 sumur.
“Kegiatan work over dan well service juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai 35.849 kegiatan dari 30.755 kegiatan pada tahun sebelumnya” kata Kepala SKK Migas.
Peningkatan keberhasilan lain yang dilakukan SKK Migas adalah reaktivasi sumur dan penambahan lapangan migas yang aktif. Tahun 2023 SKK Migas berhasil mereaktivasi 1.142 sumur, mengalami kenaikan dibanding tahun 2022 sebanyak 968 sumur di tahun 2022. Kemudian, lapangan migas yang aktif mencapai 398 atau meningkat dibanding tahun 2022 sebanyak 392 lapangan.










