Tahun 2023 SKK Migas juga berhasil menurunkan frekwensi unplanned shutdown di lapangan dari 908 kejadian pada 2022 menjadi 859 kejadian tahun 2023. Demikian pula dengan potensi kehilangan produksi minyak di lapangan turun signifikan, tahun 2023 sebesar 8.157 barel minyak per hari (BOPD) dari tahun 2022 yang mencapai 12.134 BOPD.
“Capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi dan kerjasama yang baik antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS dalam upaya mencapai target jangka panjang pada tahun 2030. Meskipun masih terdapat perbedaan antara long term plan dan realisasi saat ini, pencapaian ini diharapkan menjadi entry point yang baik untuk memperkuat optimisme pada tahun 2024”, kata Dwi Soetjipto.
Sebelumnya pada International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIUOG) yang berlangsung di Nusa Dua, 20-22 September 2023 Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memaparkan realisasi investasi pada sektor hulu migas.
Berdasarkan data SKK Migas tahun 2020 realisasi investasi hulu migas US$ 10,5 miliar, tumbuh di tahun 2021 menjadi US$ 10,9 miliar dan 2022 kembali meningkat menjadi US$ 12,1 miliar. Target pemerintah tahun 2023 bisa mencapai US$ 15,6 miliar.
Menurut Dwi Soetjipto, perbaikan iklim investasi sangat krusial untuk mendorong peningkatan cadangan serta produksi migas. Investasi besar-besaran dibutuhkan agar target produksi migas tahun 2030 yaitu 1 juta barel minyak per hari serta 12 BSCFD gas bisa tercapai.
Dwi Soetjipto menegaskan, “Capaian-capaian ini menjadi landasan penting bagi industri migas nasional, menandai komitmen SKK Migas dalam menghadirkan dampak positif bagi sektor energi Indonesia”. (ril/mas)










