Agus Fatoni dari Inflasi ke Pasar Murah

Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni cek harga cabai merah di Pasar Bukit Sulap. (FOTO : Humas Pemprov Sumsel)

Oleh : Maspril Aries

Penjabat Gubernur Sumatera Selatan (Pj Gubernur Sumsel) Agus Fatoni menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 berangkat dari Palembang ke Lubuklinggau. Menurut Agus Fatoni, untuk perjalanan darat dari Palembang menuju Lubuklinggau dibutuhkan waktu sekitar enam jam.

Bacaan Lainnya

Ahad, 24 Desember 2023, Pj Gubernur Sumsel tersebut sudah berada di Lubuklinggau. Di kota ini, Pj Gubernur Agus Fatoni bersama Panglima Kodam II/ Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil didampingi Pj Wali Kota Lubuklinggau Trisko Defriansyah melakukan sidak ke pasar tradisional di kota transit tersebut.

“Sidak ke sejumlah pasar-pasar di daerah di Sumsel bertujuan guna memastikan harga bahan pokok di lapangan stabil dan tidak ada pelonjakan kenaikan harga karena ada momen hari besar seperti Natal dan Tahun baru. Alhamdulilah harga bahan pokok di Sumsel khususnya di Lubuklinggau rata-rata cukup terkendali demikian pula dengan ketersedian stok”, kata Agus Fatoni usai berkeliling pasar dan berdialog dengan pedagang serta warga yang berbelanja.

Sidak yang dilakukan dengan langsung melihat langsung ke pasar-pasar adalah upaya Agus Fatoni  yang juga menjabat Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah (Binas Keuda) Kementerian Dalam Negeri adalah guna

memastikan harga sejumlah kebutuhan pokok relatif stabil terkendali, juga ada yang mengalami penurunan harga.

“Harga cabai sudah turun, bawang putih juga turun. Kemudian daging, telur itu stabil. Rata-rata cukup baik harganya. Harga yang stabil dan turun ini juga  berkat kerjasama kita semua pihak melalui operasi pasar dan ada masyarakat yang melakukan gerakan menanam, seperti cabai”, ujar Agus Fatoni.

Di Pasar Bukit Sulap Lubuklinggau, Agus Fatoni melihat langsung harga jual barang kebutuhan pokok dari pedagang. Beras dalam kemasan 5 kg dijual dengan harga Rp50.000, harga daging sapi Rp130.000/kg, telur Rp41.000/ karpet (30 butir telur), bawang merah Rp27.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, cabe rawit 0,5 kg Rp10.000, cabe merah ¼ kg Rp8.000.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga dan lonjakan inflasi pada masa Nataru, menurut Agus Fatoni, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemerintah Kabupaten/Kota telah berkomitmen dalam menekan laju inflasi. Salah satu langkah yang diambil dengan menggelar “Operasi Pasar Murah” agar masyarakat dapat membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga murah.

“Kita akan terus menggelar pasar murah ini yang kita jual juga memang bahan-bahan pokok sehari-hari mulai beras, gula, minyak, tepung dan bahan pokok lainnya sekaligus kita melakukan sidak pasar. Gerakan ini akan terus dan masif dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota menggelar pasar murah  pada hari Senin, Selasa dan Kamis setiap pekannya”, ujarnya.

Khusus di Kota Lubuklinggau menurut Pj Wali Kota Trisko Defriansyah, stok barang-barang kebutuhan pokok aman, termasuk beras sudah berkoordinasi dengan Bulog. “Stok pangan dan lainnya aman, harga juga terkendali”, katanya.

Pada kesempatan berada di Pasar Bukit Sulap, Pj Gubernur Sumsel dan Pangdam II/Sriwijaya menyerahkan bantuan paket tebus murah sebanyak 500 kupon secara simbolis, juga pemberian bibit cabai dan dan sayuran.

Pos terkait