KATANDA.ID, PALI – Pihak Pertamina telah mengeluarkan statement resminya yang menyanggah bahwa pipa minyak yang ada di Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan tidak meledak.
Tetapi sanggahan pihak Pertamina membuat geram warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian meledaknya pipa milik Pertamina Adera yang terjadi pada Sabtu 13 Januari 2024 sekitar pukul 05.30 Wib.
Tasi (35) warga Dusun 2 Benuang yang rumahnya hanya beberapa meter dari titik kejadian ngotot kalau pipa itu meledak.
“Lihat saja bekas ledakannya yang mencapai ketinggian 20 meter lebih, dan bekas semburan masih terlihat pada daun pepohonan di dekat pipa itu,” katanya kepada media ini, barusan.
Diakui Tesi bahwa sebenarnya pernyataan pipa bocor tidak salah, hanya saja lambat ditangani.
“Bocornya pipa dari kemarin, dan minyak mentah mengalir serta bau menyengat tercium sejak kemarin sore. Tapi saat tengah malam ada alat yang mungkin mencari sumber bocor,” ungkapnya.
Namun saat alat itu bekerja, menurut Tesi diduga terkena pipa mengakibatkan pipa meledak.
“Seharusnya pihak Pertamina mengantisipasi kejadian tersebut dengan menutup terlebih dahulu saluran minyak ke land itu, bukannya setelah kejadian baru sibuk,” sesalnya.
Akibat kejadian itu, Tesi meminta pihak Pertamina bertanggung jawab atas kerugian warga.
“Pipa itu didalam tanah, penyebab awal bocornya pipa itu diduga akibat keropos atau korosi. Untuk itu, pihak Pertamina harus bertanggung jawab penuh atas kerugian warga,” tandasnya.
Karena dijelaskan Tesi bukan dirinya saja yang alami kerugian, tetapi masih banyak warga lainnya terdampak pipa pecah itu.
“Minyak mentah akibat ledakan itu mengalir hingga ke sungai dan masuk pekarangan rumah juga kebun warga bahkan ada yang mencemari sumur,” jelasnya.
Sementara dari pantauan tim media ini dilapangan, pihak Pertamina memang tengah bekerja melakukan pembersihan, tetapi sumber bocor belum ditemukan.
Tampak beberapa pekerja dari Pertamina juga masyarakat sekitar menggali tanah mencari sumber bocor.
Dari keterangan sumber dari pihak Pertamina bahwa untuk penyebab belum diketahui karena masih dilakukan pembersihan.
Serta dari release yang disampaikan kepada media ini dengan sumber
Head of Comrel & CID Zona 4, Tuti Dwi Patmayanti bahwa pihaknya sudah sigap tangani kebocoran pipa penyalur minyak yang menghubungan Stasiun Pengumpul (SP) Benuang dan Pusat Pengumpul Produksi (PPP) Pengabuan di Desa Benuang.
“Kebocoran diketahui pada pukul 00.43 WIB oleh operator yang sedang melakukan kegiatan monitoring sumur,” ungkap Tuti.
Disebutkan Tuti bahwa operator tersebut segera menghubungi personil yang bertugas di SP Benuang untuk menghentikan pemompaan.
“Selanjutnya Tim Health Safety Security Environment (HSSE) PEP Adera Field langsung ke lokasi dan memasang snake boom untuk mengisolasi kebocoran, menyedot cairan yang keluar dengan menggunakan vacuum truck, serta melakukan pembersihan di lokasi kebocoran,” jabarnya.
Sedangkan menurut Tuti, Tim Comrel & CID PEP Adera Field segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan melakukan pendataan warga yang terdampak.
“PEP Adera Field telah berupaya maksimal agar proses pembersihan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien,” tambahnya.
Berkat respon cepat dari Tim HSSE PEP Adera Field, Tuti menerangkan kebocoran tidak menyebar dan proses pembersihan dapat segera dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Saat ini permasalahan itu telah ditangani,” katanya.
Dikemukakan Tuti bahwa Adera Field merupakan salah satu lapangan migas yang beroperasi dalam wilayah kerja Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4.
Produksi minyak PEP Adera Field pada Januari 2024 sebesar 2.211 barel minyak per hari/BOPD dan gas sebesar 10,07 juta standar kaki kubik per hari/MMSCFD.
“PEP Adera Field berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan pekerja, operasi, dan lingkungan, serta terus mempertahankan dan meningkatkan aspek keselamatan kerja di setiap kegiatan operasinya,” tekadnya. (*)









