Pemda PALI Siapkan Bantuan Korban Banjir, Wabup: Perusahaan Jangan Tutup Mata

Puluhan rumah di Kabupaten PALI terendam banjir.

KATANDA.ID, PALI – Banjir yang merendam Desa Curup kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung lebih satu pekan itu rupanya telah dipersiapkan Pemda PALI untuk membantu korban banjir.

Bantuan untuk korban banjir di desa Curup yang telah dipersiapkan disampaikan Bupati PALI H.Heri Amalindo melalui Wabup Drs H.Soemarjono, Minggu 14 Januari 2023.

Bacaan Lainnya

Menurut Wabup bahwa yang mengalami banjir bukan hanya desa Curup, tetapi ada desa lain di kecamatan Tanah Abang alami hal sama.

“Untuk Kecamatan Tanah Abang sedang dipersiapkan. Karena bantuan yang diperlukan hampir merata di kecamatan yang letaknya berada di pinggir sungai Lematang itu,” ungkap Wabup melalui pesan WhatsApp.

Pada kesempatan itu juga, Wabup menyinggung pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tanah Abang agar jangan tutup mata.

“Ini musibah, dan ada ribuan manusia yang terdampak banjir. Banyak perusahaan beroperasi di sekitar lokasi banjir, jangan tutup mata, bantu masyarakat,” sentil Wabup.

Perusahaan dipinta Wabup harusnya cepat tanggap berpartisipasi membantu korban banjir.

“Jangan nunggu diminta, cepat merespon ketika ada musibah seperti ini. Kalau bahu membahu dan bersama-sama membantu masyarakat antara pemerintah dan perusahaan saya yakin permasalahan ini selesai,” tandas Wabup.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI Ahmad Hidayat meminta kepala desa yang terdampak banjir untuk mendata warganya yang benar-benar kesulitan.

“Yang alami banjir bukan hanya satu desa, namun hampir di semua kecamatan ada desa yang alami hal sama. Untuk bantuan telah disiapkan, hanya saja didata mana warga yang sangat membutuhkan,” saran Ahmad Hidayat.

Karena menurut Ahmad Hidayat dana dari BPBD tidak mencukupi untuk memberikan bantuan seluruh warga di kecamatan Tanah Abang yang desanya kebanjiran.

“Permintaan Kades ada 4 ribuan penerima bantuan. Kalau sebanyak itu anggaran BPBD tidak mencukupi. Upaya kita berkoordinasi dengan Dinsos dan Perusahaan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Curup M. Tisar menyebut bahwa yang paling parah terdampak banjir di desanya ada 200 rumah lebih, namun yang mata pencahariannya lumpuh seluruh warga.

“Seluruh warga desa Curup tidak bisa beraktivitas. Kalau memang pemerintah tidak bisa membantu keseluruhan warga terkena banjir, kami minta tolong cairkan dana tanggap darurat yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) supaya seluruh warga desa kami mendapatkan bantuan,” harapnya.

Untuk kondisi banjir di desa Curup, Kades menyebut ketinggian air makin tinggi.

“Banjir di desa kami merupakan banjir kiriman. Rumah warga yang terbuat dari panggung pun telah terendam, sekolah TK sudah libur bahkan masjid pun juga ikut kebanjiran,” terang Kades. (*)

Pos terkait