Strategi Marketing Politik Kandidat Cagub Sumsel Masih 1.0 (One Point O)

Tiga Pembicara pada Talk Sriwijaya Community (TSC) dari kiri ke kanan Prof Isna Wijayani, Susno Duadji, Kemas Khoirul Mukhlis dan moderator M Nasir. (FOTO: Dedy SN)

Direktur Eksekutif Lintas Politika Indonesia juga menjelaskan, dalam melakukan sosialisasi bagi kandidat yang paling penting bagi calon pemimpin dalam memperkenalkan sosok dirinya adalah gagasan serta value yang dimilikinya. “Ketika gagasan tersebut tidak ada, maka politik uang masih terjadi”, katanya.

“Dari marketing politik yang dilakukan, tidak melihat ada gagasan nyata yang menonjol dari para kandidat saat ini. Kalau seperti ini ya, masyarakat pasti bingung memilih calon pemimpin. Ujung-ujungnya mereka akan melihat harganya berapa”, katanya.

Bacaan Lainnya

Menurut Mukhlis yang pernah menjadi Ketua KPU Kota Palembang, saat ini masyarakat memerlukan gagasan yang menyentuh langsung terhadap kelangsungan kehidupan mereka. Dia memberikan contoh makan siang dan susu gratis yang diusung  oleh Prabowo Subianto.

“Gagasan ini menyentuh langsung ke masyarakat, khususnya ibu-ibu dan pemilih pemula. Hingga mereka berhasil memenangkan Pilpres. Jadi tidak perlu terlalu besar, tetapi mengena dan menjadi solusi bagi masyarakat. Bahkah berhasil menjadi peraih suara terbanyak di Sumsel saat itu”, pesannya.

Mukhlis memberi contoh bagaimana gagasan yang baik dapat memenangkan hati masyarakat untuk memilih. “Seperti yang dilakukan Alex Noerdn saat maju Pilgub Sumsel tahun 2008 dengan program sekolah dan berobat gratisnya. Banyak masyarakat yang menyukainya dan betul-betul merasakannya. Value-nya di masyarakat juga meningkat. Sehingga, ketika dia berlaga di pemilu legislatif 2019 lalu dia bisa menang walaupun tidak menggunakan uang”, ujarnya. (mas)

 

Pos terkait