Kembangkan UMKM, FKMPDS Gelar Talk Show Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi di Sumsel

Foto bersama Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel Zulkarnain, SE., MM

KATANDA.ID, Palembang – Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah Sumsel menggelar Talk Show dengan Tema “Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi di Sumsel” bertempat di Ballroom Grand Daira Hotel Palembang, Sabtu (8/6/2024).

Hadir pada acara tersebut PJ Gubernur Sumsel diwakili Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel Zulkarnain, SE., MM, Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Dr.Hj.R.A.Anita Noeringhati.SH.MH, PJ Walikota Palembang Diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H.Ansori, ST,MM, Plt Ketua FKMD Sumsel Apriani,SH.

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel Ir.H.Aminuddin,MSi, Pimpinan Ponpes Mahab Rabbani Palembang Dr.H.Donny Meilando,SHI.MSy, Akademis Praktis Hukum dan Owner Songket Palembang Dr. Grees Selly,SH.MH, PLH Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Henny Yulianti,SIP, MM diwakili Nizar MSi, Dosen/Psikolog Siska Januari, S.Psi, .MPsi,CHA, DPRD Sumsel/Owner Taman Toga Muba Abu Sari ,SH,MSi, Pelaku Bisnis Digital Kepala PT.RFB Palembang Eko Budhi Prasetyo,SE, dan Ketua Hipmi Sumsel.H.Hermansyah Mastari,SE dan tamu undangan lainnya.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel Zulkarnain, SE., MM mengatakan, Pemprov sangat mendukung kegiatan ini.

“Kita katakan kegiatan ini pelopor dan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan UMKM di provinsi Sumsel dan meningkatkan ekonomi di provinsi Sumsel,” katanya.

“Saya lihat sudah baik pelaksanaan sudah baik. Saya harapkan output yang dikeluarkan dari hasil pelaksanaan talk show ini bisa menghasilkan kreativitas atau inovasi bagaimana menggerakkan UMKM di provinsi Sumsel ini agar tumbuh lebih pesat. Sehingga dengan sistem digitalisasi sangat membantu baik pembuatan produknya produk baru inovasinya kemudian cara pemasarannya. Pemprov sudah mensupport dengan Dinas koperasi dan UMKM dengan pembinaan dan memfasilitasi perizinan dan sebagainya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain berharap UMKM di Sumsel tumbuh pesat dan produk yang dihasilkan mereka dapat dipasarkan baik lokal maupun di luar daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Dr.Hj.R.A.Anita Noeringhati.SH.MH mengatakan, dia mengpresiasi FKMD Sumsel mengambil tema Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi di Sumsel.

“Di Era digitalisasi harus kita tidak boleh gagal teknologi. Bagaimana digitalisasi untuk pelaku UMKM. Saya sebagai ketua DPRD menyampaikan apresiasi dengan kegiatan ini. Dan Bapak PJ Gubernur telah memfasilitasi kegiatan ini,” katanya.

Anita menuturkan, peran UMKM sangat luar biasa, terutama pada masa wabah covid.

“Saat wabah covid, kita tidak leluasa keluar rumah. Dengan adanya digitalisasi, kita bisa belanja dari dirumah. Jadi kita harus mengikuti perkembangan zaman menggunakan digitalisasi.Jangan bosan, jangan putus asah. Kita harus mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Plt Ketua FKMD Sumsel Apriani,SH mengatakan, kita menggagas acara Talk Show ini sekitar sebulan. Untuk tema Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi di Sumsel

“Tentunya di acara ini kita menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya ada dinas UMKM, Dinas perdagangan, pelaku bisnis digital. Kemudian ada psikolognya, ada pelaku UMKM lainnya. Tentunya dalam hal ini akan melahirkan solusi bagaimana kita bisa untuk meningkatkan ilmu kemampuan dalam bidang pengelolaan bisnis di era digitalisasi. Sehingga mampu bersaing di mancanegara itu tolak ukur akhirnya karena kita tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi ini,” katanya.

“Kita tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi, karena kita akan ketinggalan. Maka kita harus serius dalam membangun transformasi bisnis kita digitalisasi terutama untuk transaksi pembayaran. Misal irang mau beli bakso beli makanan yang lainnya makanan ringan mereka menggunakan transaksi online untuk pembayaran yaitu menggunakan Kris atau menggunakan dana. Sehingga itu memudahkan transaksi diharapkan dengan adanya talk show ini menjadikan semakin semangat dan semakin melihat dalam pengembangan bisnis digital,” bebernya.

“Peserta kegiatan knj dari UMKM mahasiswa dan pemuda dari daerah dari kampus. Saya ingin kegiatan ini menjadi kajian kita setiap kampus menjadi UMKM dan enterpreneur transformasi digital,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Talk Show FKMD Sumsel, Hendi Romadoni,SH mengatakan, terima kasih kepada Pemprov yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, dan para donasi lainnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para narasumber yang sudah hadir. Saya berharap para peserta untuk aktif berdialog, berdiskusi terhadap perkembangan UMKM di Sumsel. Transaksi era digitalisasi sekarang tren pakai KRIS. Kita ingin UMKM kita semakin maju menggunakan teknologi,” katanya.

Narasumber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel Ir.H.Aminuddin,MSi mengatakan, hampir seluruh orang sekarang berbicara UMKM. Baik pemerintah, dan OPD, BUMN, Perguruan Tinggi. Ini sudah perintah bapak Presiden.

“Masalah pokoknya adalah bagaimana memfasilitasi permodalan. Tantangannya adalah digitalisasi, mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengikuti digitalisasi. Kami berharap adek mahasiswa, silahkan ke digitalisasi. Tapi jangan lupa konvensional. Yang punya toko offline tetap kita jaga keberadaannya,” ucapnya.

Narasumber lainnya, Ketua Hipmi Sumsel.H.Hermansyah Mastari,SE mengatakan, taglinenya adalah “Jemput Mimpimu Dimassa Mudamu”.

“Bisnis itu kalau ada kemauan, jangan menunda. Langkah jadi pengusaha, lakukan apa yang kamu suka. Bagus bisnis itu dimulai dari hobi. Pengusaha itu jangan cepat puas. Karena kalau cepat puas, maka tidak akan melakukan inovasi lagi. Mengetahui market jadi segmen pasar harus jelas. Saat ini gampang untuk viral tapi harus tetap menjaga kualitas produk. Manfaatkan digitalisasi, mau tidak mau dan suka atau tidak suka kita harus terjun ke dunia digital. Lakukan riset, misal jual kacang dibuat manfaat kacang sehingga orang lebih tertarik membelinya. Ada unik dalam suatu produk dan yang terpenting harus ada legalitas,” tandasnya. (Yanti)

Pos terkait