KATANDA.ID, Lubuklinggau – Suasana haru dan bangga menyelimuti acara wisuda Sekolah Lansia yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, bersama Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj. Risca Priba Ayu.
Sebanyak 40 lansia di Kota Lubuklinggau mengikuti prosesi wisuda dari Sekolah Lansia Matahari Bahagia, dengan bimbingan Kepala Sekolah Ibu Endang Puspita, M.Pd. Acara berlangsung di Gedung Lt. 5 Cinema Hall Pemkot Lubuklinggau, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Barat I, Selasa (9/9/2025).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel dr. Arios Saplis, Sekban BKKBN Sumsel dr. Fahrina, Kepala Dinas PPKB Deasi Novia, sejumlah Kepala OPD Pemkot Lubuklinggau, Asisten, Staf Ahli, serta undangan lainnya. Penanggung jawab kegiatan adalah Kabid KS PPKB, Aliyan Fauzi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, menyampaikan bahwa program sekolah lansia merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan bangsa, khususnya pembangunan keluarga berkualitas.
“Indonesia saat ini masih dihadapkan pada beberapa persoalan penting. Pertama, tingginya angka stunting yang menjadi tantangan untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan kuat. Kedua, masih kurangnya pengetahuan orang tua dalam pengasuhan anak di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang dinamis. Ketiga, masih rendahnya keterlibatan ayah dalam mendidik dan membina anak,” jelasnya.
Menurutnya, program Quick Wins BKKBN hadir untuk mempercepat upaya peningkatan kualitas keluarga, termasuk di Kota Lubuklinggau.
“Kami berharap program ini terus disosialisasikan agar mampu memberikan dampak nyata, termasuk dalam mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang,” tambahnya.
Terkait dengan sekolah lansia, Wali Kota memberikan apresiasi kepada para wisudawan lansia yang dinilai berperan aktif dalam membangun keteladanan di tengah masyarakat.
“Harapan kami sekolah lansia di Lubuklinggau dapat terus berkembang, sehingga para lansia bukan hanya berdaya untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak cucu,” ujarnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti sekolah lansia dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian para lansia.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga memberikan manfaat besar dan membawa Kota Lubuklinggau semakin maju dan sejahtera,” katanya.
Yoppi Karim, sapaan akrab Wali Kota Lubuklinggau, juga menegaskan bahwa sekolah lansia bukan hanya tempat belajar, tapi simbol bahwa setiap orang di usia berapa pun tetap bisa bertumbuh dan berkontribusi.
“Lansia bukan hanya perlu dilindungi, tapi juga diberdayakan. Sekolah lansia adalah ruang yang memuliakan mereka sebagai insan yang terus tumbuh dan berkembang,” tambahnya.
Lebih dari itu, ia berharap keberadaan sekolah lansia juga dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak pernah berhenti belajar, serta tidak memandang usia sebagai batas untuk mengejar ilmu dan pengembangan diri.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj. Risca Priba Ayu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Lubuklinggau atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Program Quick Wins BKKBN adalah salah satu program unggulan yang harus kita dukung bersama. Pembangunan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui sinergi antara PKK, OPD, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa mempercepat terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas,” tegasnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para wisudawan sekolah lansia.
“Semoga para lansia yang diwisuda hari ini menjadi lansia yang berdaya, menginspirasi, dan memberi teladan bagi generasi muda,” ujarnya.
Kepala Dinas PPKB Kota Lubuklinggau, Deasi Novia, menambahkan bahwa wisuda sekolah lansia ini diikuti sebanyak 40 orang lansia yang telah menyelesaikan 14 kali pertemuan.
“Pada tahun 2024, DPPKB Lubuklinggau telah membentuk Sekolah Lansia Matahari Bahagia sebagai sekolah lansia percontohan, yang dilaunching pada tahun 2024 lalu. Alhamdulillah pada hari ini, sebanyak 40 orang lansia diwisuda Standar 1,” katanya.
Deasi juga menjelaskan bahwa ke depan sekolah lansia akan dibentuk di seluruh kecamatan, bahkan jika memungkinkan di setiap kelurahan di Kota Lubuklinggau.
“Dengan harapan, sekolah lansia ini mendapat dukungan bukan hanya dari OPD-KB saja, namun juga dari seluruh lintas sektor terkait,” tambahnya. (Mil)










