KATANDA.ID, Musi Rawas – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-83 Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan berlangsung khidmat di Gedung DPRD Musi Rawas, Senin (20/04/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.
Momentum HUT ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Kabupaten Musi Rawas dalam membangun daerah sejak awal berdiri hingga saat ini.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa perjalanan 83 tahun Musi Rawas merupakan rentang waktu panjang yang penuh dinamika. Setiap periode kepemimpinan, menurutnya, memiliki tantangan dan peluang yang berbeda sehingga memerlukan strategi yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Tanpa kita sadari usia Kabupaten Musi Rawas terus bertambah. Namun yang lebih penting adalah bagaimana semangat kebersamaan dalam membangun daerah ini tidak pernah surut. Selama 83 tahun, kita terus berupaya menutupi kekurangan dan mendorong percepatan pembangunan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menengok kembali sejarah, mulai dari masa penjajahan hingga era reformasi. Pada masa awal berdiri sekitar tahun 1943, tantangan utama adalah penjajahan yang membatasi kebebasan masyarakat, termasuk dalam menyampaikan aspirasi. Sementara saat ini, masyarakat hidup di era reformasi dengan keterbukaan dan demokrasi yang lebih luas.
“Dulu tantangan kita adalah penjajah, kebebasan sangat terbatas. Sekarang kita hidup di era reformasi, di mana demokrasi dan keterbukaan sudah berjalan dengan baik. Ini menjadi kemudahan sekaligus tantangan baru yang harus kita kelola dengan bijak,” katanya.
Lebih lanjut, Herman Deru menyoroti perubahan paradigma pembangunan dari masa ke masa. Ia menjelaskan, pada era sebelumnya, terutama masa Orde Baru, daerah tertinggal menjadi prioritas bantuan pemerintah pusat. Namun saat ini, tingginya angka kemiskinan justru menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap kinerja pembangunan daerah.
Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya pembenahan data sebagai dasar perencanaan pembangunan. Menurutnya, keakuratan data, khususnya terkait angka kemiskinan, masih perlu ditingkatkan.
“Saya melihat data kemiskinan di Musi Rawas yang berada di kisaran 12 persen perlu kita cermati kembali. Saya tidak sepenuhnya yakin angka tersebut mencerminkan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, pembenahan data menjadi hal yang sangat penting, minimal berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” tegasnya.
Ia meminta seluruh perangkat daerah, organisasi mitra pemerintah, termasuk TP PKK, untuk bersama-sama melakukan verifikasi dan validasi data agar setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Herman Deru optimistis, dengan semangat pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, angka kemiskinan di Musi Rawas dapat ditekan hingga satu digit dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Saya yakin dengan geliat pembangunan dan semangat masyarakat Musi Rawas, angka kemiskinan itu tidak sampai 12 persen. Insyaallah pada peringatan berikutnya kita bisa melihat capaian yang lebih baik,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membangun fondasi daerah. Ia menilai kemajuan saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan masyarakat terdahulu yang bekerja di tengah keterbatasan teknologi dan sarana komunikasi.
“Dulu dengan keterbatasan alat komunikasi dan teknologi, para pendahulu kita tetap mampu menjalankan pemerintahan. Sekarang kita memiliki kemudahan luar biasa, bahkan cukup melalui telepon kita bisa menyelesaikan banyak hal. Ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Gubernur juga mengapresiasi capaian pembangunan Kabupaten Musi Rawas yang dinilai cukup baik dan berada di atas rata-rata, meskipun memiliki wilayah yang luas. Hal tersebut menunjukkan komitmen dan kerja keras pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus menjadi sarana introspeksi dan evaluasi terhadap kinerja pembangunan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Terkait kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan, Herman Deru mengingatkan pentingnya penentuan prioritas pembangunan secara bijak. Pemerintah harus mampu memilah program prioritas, superprioritas, dan reguler.
“Efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, tetapi bagaimana kita mengelola sumber daya yang ada secara lebih efektif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel tetap konsisten menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan tanpa perubahan, selama kebijakan efisiensi masih dapat dikelola dengan baik.
“Banyak daerah yang mengubah RPJMD, namun Sumsel tetap berkomitmen menjalankan rencana yang telah disusun. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mencapai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus memberikan dukungan kepada Kabupaten Musi Rawas, baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan pendanaan, guna memastikan program prioritas dan janji kepala daerah dapat terealisasi secara bertahap.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam membangun Musi Rawas agar semakin maju dan sejahtera di masa yang akan datang,” tandasnya. (*)









