Dugaan Korupsi Proyek PUPR, 10 Terdakwa Anggota DPRD Muara Enim Kompak Akui Menerima Fee

Sidang dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019, di PN Tipikor Palembang, Rabu (20/4/2022)

KATANDA.ID, Palembang – Dihadapan Majelis Hakim yang diketahui Hakim Efrata Heppy Tarigan SH MH, JPU KPK, menghadirkan langsung sepuluh terdakwa anggota DPRD Muara Enim, di sidang dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019, di PN Tipikor Palembang, Rabu (20/4/2022)

Adapun sepuluh anggota DPRD Muara Enim, Indra Gani, Ishak Joharsah, Ari Yoca Setiadi, Ahmad Reo Kesuma, Marsito, Mardiansah, Muhardi, Fitrianzah, Subahan dan Piardi.

Bacaan Lainnya

Salah satu terdakwa Indra Gani, membantah BAP sendiri terkait penerimaan uang senilai total Rp 360 juta.

“Seingat saya hanya diberi total seluruhnya hanya Rp 250 juta oleh Elfin MZ Muchtar, katanya uang bantuan dari Bupati Ahmad Yani menjelang Pileg pak hakim,” ungkap terdakwa Indra Gani

Dijelaskannya, pemberian itu selama tiga tahap, yang pertama diberikan langsung oleh Elfin sekira awal April 2019 menjelang Pileg di Workshop Kantor Dinas PUPR Muara Enim sebanyak Rp 100 juta, lalu yang kedua pertengahan April 2019 atas perintah Elfin menemui Edy Yansah di Jembatan Desa Pinang Belarik senilai Rp 100 juta.

“Dan yang terakhir usai pileg saya terima uang Rp 50 juta, saat Elfin datang menemui saya di parkiran kantor DPC Partai PDIP muara Enim,” sebutnya.

Namun, lanjut Indra Gani terkait penerimaan uang itu sudah ia kembalikan semua dan disetorkan ke rekening KPK RI melalui istri terdakwa.

“Motivasi saya mengembalikan uang itu, karena saya akui selaku anggota DPRD tidak boleh menerima sesuatu dalam bentuk apapun dan berjanji tidak mengulangi lagi, saya kala itu tidak sempat berfikir karena memang membutuhkan uang untuk biaya kampanye pileg,” ujarnya.

Terdakwa lainnya yakni Ishak Joharsah dipersidangan dalam perkara ini,im juga mengaku turut menerima uang senilai Rp 300 juta yang diterima langsung dari terpidana Elfin MZ Muchtar selaku Kabid PUPR Muara Enim kala itu.

Hanya saja bedanya, terdakwa Ishak Joharsah mengaku meminta langsung kepada terpidana Elfin MZ Muchtar, terkait berapa proyek yang diajukan terdakwa untuk daerah dapilnya, tidak ada satupun yang terealisasi atas nama terdakwa.

“Ketika saya menanyakan itu kepada Elfin, dijawab Elfin tidak usah diributkan nanti ada titipan dari pak Bupati Ahmad Yani uang untuk kampanye pileg,” ungkap terdakwa Ishak Joharsah mengakui menemui Elfin di lapangan parkir Transmart Mall Palembang.

Lebih jauh dikatakannya, selang beberapa Minggu kemudian, ia kembali menghubungi Elfin hendak menanyakan terkait uang tersebut yang dijawab Elfin untuk menemui dirinya di GOR Pancasila Muara Enim dengan menyerahkan uang langsung yang dibungkus kantong kresek hitam.

“Tanpa basa basi uang itu saya ambil dan bawa pulang kerumah, saat saya hitung benar senilai Rp 300 juta dalam bentuk pecahan uang Rp 100 ribu, uang itu juga saya gunakan untuk kepentingan kampanye pileg,” kata Ishak Joharsah anggota DPRD Muara Enim dari fraksi PDI-P ini kepada majelis hakim.

Senada dengan keterangan terdakwa lainnya, yang kompak mengaku turut serta menerima sejumlah uang dari proyek pengerjaan yang berasal dari pengajuan aspirasi masing-masing anggota DPRD di dapil masing-masing. (Ron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *