2023, Kebijakan Ekonomi Pangkalpinang Fokus Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Wali Kota Pangkalpinang, DR Maulan Aklil pada pidato Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (11/7/2022).

KATANDA.ID, Pangkalpinang – Tahun 2023, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan terus berupaya melakukan penguatan bagi UMKM dan ekonomi kreatif.

Penguatan bagi UMKM dan ekonomi kreatif ini menjadi salah satu fokus prioritas pembangunan dari delapan prioritas pembangunan tahun 2023 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2023 mendatang, terdapat delapan prioritas pembangunan yang menjadi fokus dari kebijakan ekonomi Pangkalpinang yakni peningkatan nilai tambah sektor unggulan melalui penguatan sektor industri pengolahan dan UMKM, pengembangan potensi wisata daerah, perwujudan kemudahan investasi untuk pengembangan sektor pariwisata, industri dan perdagangan, pemantapan reformasi birokrasi, peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, peningkatan pengelolaan tata kota wilayah dan peningkatan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas,” ungkap Wali Kota Pangkalpinang, DR Maulan Aklil pada pidato Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (11/7/2022).

Dijelaskan Maulan Aklil, pada tahun 2021 realisasi pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi positif yang sangat signifikan dari tahun 2020. Dimana pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang terkontraksi -3,02 persen menjadi 9,27 persen ditahun 2021.

“Ini akan menjadi tantangan ke depan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif,” tegas Maulan Aklil yang akrab disapa Molen.

Untuk itu, Molen meminta arah kebijakan ekonomi Kota Pangkalpinang ditahun 2023 disesuaikan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan fokus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif.

“Asumsi ekonomi untuk tahun 2023 adalah laju pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang diproyeksikan pada kisaran 5 persen, angka pengangguran terbuka diproyeksikan sebesar 6,26 persen dan penduduk miskin ditargetkan sebesar 4 persen,” ujar Molen.

Orang nomor satu di Kota Beribu Senyuman ini menerangkan, Anggaran Pendapatan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam RKUA-PPAS tahun anggaran 2023 bersumber dari dana transfer yaitu sebesar 76,36 persen, sedangkan kontribusi PAD sebesar 22,93 persen dan kontribusi lain-lain Pendapatan Daerah sebesar 0,71 persen.

“Dalam rangka untuk menambah pendapatan daerah pengeluaran pembiayaan direncanakan untuk penyertaan modal (investasi) daerah dengan memperhitungkan kemampuan keuangan daerah”, pungkasnya. (ril/jon)

Pos terkait