KATANDA.ID, Jakarta – Marshanda akhirnya buka suara terkait isu dirinya hilang di Los Angeles, Amerika Serikat yang sempat membuat heboh. Awal mula Marshanda dikabarkan hilang lantaran seorang teman tak bisa menghubunginya kala itu.
Kepanikan temannya itulah yang membuatnya mengumumkan bahwa Marshanda hilang. Ditambah lagi, ibu satu anak itu mengidap gangguan bipolar sejak lama. Hingga pada akhirnya, Marshanda ditemukan.
Setelah itu, Marshanda berbicara kepada publik soal ke mana dirinya selama ia tak bisa dihubungi dan dinyatakan hilang. Ternyata ada kejadian tak menyenangkan yang sempat menimpanya hingga berada di RSJ alias Rumah Sakit Jiwa. Kisah ini disampaikannya melalui kanal YouTube Marshed.
Dalam videonya, Marshanda mengaku bahwa ia sedang berjalan-jalan di pantai Los Angeles pada 27 Juli 2022. Telepon genggamnya ditinggalkan di tempat menginap karena ia tak mau diganggu. Setelah itu, ia mengaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.
Ingin ke Pantai Tanpa Diganggu
“Gue mainlah ke pantai. Gue tinggal semua HP di penginapan karena gue enggak mau ada yang tahu gue di mana. Gue kepingin me time, main ombak, merasakan kena ombak kayak gue waktu kecil,” ujar Marshanda di kanal YouTube miliknya tersebut, diunggah belum lama ini.
Kepanikan teman Marshanda yang bernama Sheila itu, membuatnya menghubungi layanan darurat setempat, 911. Rupanya di saat sedang menikmati pantai, ia dijemput oleh petugas yang membawa mobil ambulans.
“Pas gue dijemput petugas ambulans, semua pada bingung, ‘Ngapain lu jemput gue?’ Orang ambulance juga bingung ini orang kelihatan baik-baik saja,” ujar Marshanda.
“Pertama, ambulans. Kedua, ada 911 juga. Ambulans, 911, yang pada ujung-ujungnya adalah rumah sakit jiwa, Mental Health facility,” sambung Marshanda.
Bukan Permintaan Temannya
Marshanda lalu menjelaskan bahwa kejadian penjemputan oleh para petugas tersebut rupanya di luar kendali dan bukan atas permintaan teman-temannya.
“Itu semua sudah di luar kontrolnya Sheila sama David. Mereka enggak bermaksud sampai gue dibawa ke rumah sakit jiwa,” jelas Marshanda.
“Rumah sakit jiwa khawatir lihat gue. Mereka menahan gue di sana. Dari tanggal 27 Juni sampai 11 Juli gue di mental health facility, di mana orang semua enggak ada yang bisa mengakses gue. Bahkan ibu dan adik gue saja telepon gue cuma dua kali,” terang Marshanda. Dikutip dari Liputan6.com.









