KATANDA.ID, Palembang – Edukasi perencanaan keuangan dan budaya menabung cerdas, keuangan disabilitas hebat dan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (Simpel) melalui Rumah Limas.id dilaksanakan di SLB B Negeri Pembina, Senin (8/8/2022).
Direktur pengawasan LJK OJK Regional 7 Sumbagsel, Iwan M Ridwan mengatakan, kegiatan ini merupakan program tahunan dari OJK di mana ada Perpresnya tanggal 20 Agustus itu ditetapkan hari Indonesia menabung.
“Jadi kami bekerja sama dengan Dinas perpustakaan, Dinas pendidikan untuk berkoordinasi melakukan literasi secara masih dengan di sini SKB B Pembina, yang memang kami terus-menerus melakukan kerjasama dengan sekolah terutama dengan pendidikan,” ujarnya.
” Biasanya kami ini selalu mengadakan terkait dengan bulan inklusi keuangan di bulan Oktober dengan tabungan pelajar ini memang secara ketentuan buka hanya Rp1.000 kalau yang konvensional yang Syariah Rp5.000. Harapan bapak Presiden mudah-mudahan sejak muda anak-anak sudah mulai menabung dan nanti jangan sampai sudah remaja atau sudah tua ada gimana ya agak familiar dengan perbankan,” tambahnya.
Iwan menuturkan, targetnya secara umum memang setiap tahun harus tetap meningkat. Untuk tahun 2022 mungkin dengan menginformasi ini yang pertama yang perdana untuk SLB.
“Tujuannya salah satunya ini jadi tidak ada perbedaan lain dengan SMP dan SMA malah dengan perguruan tinggi,” ucapnya.
Menurutnya, mudah-mudahan dengan program yang dengan itu tadi sampaikan dengan literasinya.
“Harapan kami tentunya ini literasinya seimbang dengan melakukan kegiatan secara masif kepada sekolah-sekolah antara lain termasuk komunitas kerjasama dengan bank komunitas,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB.B Negeri Pembina Palembang, H.Jumingan, SPd mengatakan, hari ini adalah dalam rangka sosialisasi sosialisasi kegiatan menabung untuk anak-anak jadi anak-anak ini siswa disabilitas.
“Ada 100 orang dikasih atau di buka kantor rekening di bank Sumsel ini untuk menstimulasi agar anak-anak ini rajin menabung. Jadi sasarannya adalah anak-anak disabilitas 100 anak kita siapkan kegiatan ini sekolah,” katanya.
“Ini melatih menabung bagi anak-anak kita yang disabilitas ini juga langsung praktek langsung bagaimana cara ya menabung dengan melihatkan rekening. Tadi langsung jadi membantu guru-guru di kelas untuk menjelaskan bagaimana mengelola keuangan dalam hal ini berlatih untuk menabung. Ini bukan dibatasi masalah kelas tapi anak di bawah usia 17 tahun. Jadi kita diminta data itu 100 anak yang umurnya di bawah 17 tahun,” tambah Jumingan.
Jumingan menuturkan, dari 100 siswa targetnya semuanya tapi tadi tahap awal itu anak-anak yang di bawah 17 tahun. Tadi antusias orang tua atau anak-anak sendiri gimana orang tua itu sangat berterima kasih karena dengan dilatih seperti itu anak-anak ini tidak susah-susah lagi datang ke bank jadi sangat terbantu.
“Diharapkan bisa menabung semua sehingga terlatih. Pesan khusus untuk anak-anak disabilitas ya ya segeralah menabung karena berlatih untuk untuk yang memikirkan masa depan. Kalau bisa itu disabilitas itu bukan hanya di sini tapi ada juga yang sekolah OKU Timur dan kabupaten yang ada sekolah SLB,” tandasnya.









