Medco Energi 2022 Bagikan Dividen 25 Juta Dolar AS

RUPST 2022 MedcoEnergi

KATANDA.ID, Jakarta – Pasca Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung akhir Juli 2022, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan pembagian dividen interim 2022. Dalam keterangan resmi perusahaan minyak dan gas (migas) tersebut mengumumkan, Direksi dan Dewan Komisaris telah menyetujui pembagian dividen interim sebesar AS$25 juta untuk tahun buku 2022.

Hilmi Panigoro Direktur Utama MedcoEnergi mengatakan, “Dividen interim yang dilakukan segera setelah persetujuan pemegang saham atas dividen final untuk tahun 2021 ini didukung oleh kinerja operasional dan keuangan yang kuat pada tahun 2022.”

Bacaan Lainnya

Perseroan akan membayarkan dividen interim tersebut pada kuartal ketiga tahun 2022 sesuai peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dividen interim ini sejalan dengan panduan dividen perseroan sebelumnya.

“Saya yakin bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk memberikan nilai tambah jangka panjang kepada pemegang saham kami,””ujar Hilmi.

Sebelumnya pada 27 Juli 2022 MedcoEnergi telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam RUPS tersebut kata Hilmi Panigoro menyampaikan, “Saya senang dengan kinerja operasional dan keuangan kami yang kuat pada tahun 2021 dan prospek yang cerah untuk beberapa tahun ke depan. Hal ini memungkinkan kami untuk membagikan dividen sebagai bentuk apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari para pemegang saham kami.”

Dalam RUPS pemegang saham juga menyetujui penunjukkan Auditor untuk tahun 2022, Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan yang diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 serta menyetujui remunerasi Dewan Komisaris dan Dewan Direksi.

Pada 2021 MedcoEnergi berhasil meningkatkan kinerja perseroan seiring dengan pulihnya tingkat permintaan energi yang sebelumnya rendah akibat Covid-19. Pada 2020 PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mampu mencatat atau laba bersih US$ 47,01 juta sepanjang 2021 walau pada 2020 perusahaan migas swasta nasional ini mencatat rugi bersih US$ 192,82 juta.

Pada 2021 harga jual rata-rata minyak senilai US$ 68 per barel atau 69 persen lebih tinggi dari tahun 2020 yang senilai US$ 40 per barel. Adapun harga penjualan rata-rata tertimbang gas adalah US$ 6,5 per mmbtu atau 26 persen lebih tinggi dari 2020 yang senilai US$ 5,2 per mmbtu.

Sepanjang 2021, MEDC merealisasikan belanja modal sebesar US$ 114 juta atau meningkat di kuartal keempat seiring pulihnya permintaan. Di segmen migas, Medco merealisasikan belanja modal senilai US$ 83 juta terutama kemajuan beberapa proyek pengembangan Minyak & Gas di South Natuna Sea Block B PSC.

Dalam penjelasannya manajemen menyatakan, pengembangan proyek ini akan berlanjut hingga 2022 dengan gas pertama dari lapangan Hiu diharapkan pada kuartal II 2022, gas pertama di Proyek Belida Extension pada kuartal IV 2022 dan minyak pertama dari lapangan Forel dan gas di lapangan Bronang diharapkan pada kuartal IV 2023.

Untuk belanja modal ketenagalistrikan digunakan untuk menyelesaikan commissioning IPP Riau 275MW, pembangunan fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa dan pengembangan geotermal tahap-1 30MW di Ijen, Jawa Timur. (ril/mas)

Pos terkait