KATANDA.ID, Palembang – Fenomena kabut (FOG) yang terjadi di Bandara SMB II Palembang, yang terditeksi terjadi pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.30 WIB dengan jarak padang terendah 200 meter, memberikan pengaruh terhadap jarang pandang penerbangan.
Meskipun kabut ini berbahaya untuk penerbangan, tapi kondisi ini belum berdampak dengan pembatalan keberangkatan pesawat.
Ketua AOC Sumatera Selatan, Yudo mengatakan, kabut yang terjadi tadi pagi memberikan pengaruh terhadap penerbangan dari bandara SMB II Palembanng, karena ada beberapa pesawat yang harus dalay 30 sampai 40 menit.
Penundaan penerbangan ini terjadi untuk penerbangan Pesawat Garuda Indonesia, Batik air dan Citylink.
“Ya memang ada delay pesawat terutama yang berangkat pagi hari dari Palembang tujuan Jakarta maupun dari Palembang tujuan Batam, Tidak lama hanya 40 menit, menunggu kabut hilang.” jelasnya, Selasa (20/9/2022)
Tapi sejauh ini jelas Yudo, kabut yang terjadi tadi pagi belum memberikan pengaruh terhadap penerbangan di SMB II Palembang.
Sementara itu , Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, dari observasi cuaca BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, pagi ini mencatat terjadi fenomena kabut (Fog) di Bandara SMB II Palembang. Kabut terdeteksi terjadi pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.30 WIB dengan jarak pandang terendah 200 m.
Kabut (Fog) ini terjadi karena suhu permukaan bumi yg lebih dingin sehingga uap air yang berada diatasnya suhunya mencapai suhu titik embun dan mengalami kondensasi menjadi titik-titik air yg kecil dan melayang di permukaan menjadi Kabut (Fog) Dengan seiring munculnya sinar matahari kabut ini akan menghilang
Kabut tebal dapat menghalangi jarak pandang manusia. Kabut berbahaya jika terjadi di jalan raya, dunia penerbangan maupun kelautan, karena keterbatasan jarak pandang menyebabkan pengemudi sulit memprediksi jika ada benda atau kendaraan lain didepannya.
“Kita meminta masyarakat pengguna transportasi dihimbau untuk berhati-hati jika terjadi fenomena kabut (fog) dengan jarak pandang kurang dari 1 Km.” katanya. (lya)









