Muba Bersiap Jadi Produsen Gula

  • Tawarkan Investasi Perkebunan Tebu dan Pabrik Gula

KATANDA.ID, Denpasar – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) termasuk dalam salah satu daerah investasi yang tercantum dalam Peta Peluang Investasi (PPI) yang tersebar pada 13 provinsi di Indonesia dari Kementerian Investasi/ BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

Kabupaten Muba adalah satu daerah yang termasuk dalam “Proyek Prioritas Strategis Yang Siap Ditawarkan” pemerintah Indonesia kepada investor yang berminat. Muba menjadi salah satu daerah yang tergabung dalam 13 Provinsi di Indonesia terpilih oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal sebagai lokasi  penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) investasi proyek prioritas tersebut.

Bacaan Lainnya
Riki Junaidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba pada expose dan launching peta peluang investasi di Bali. (FOTO : Humas Diskominfo Muba)

Menurut Riki Junaidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba mewakili Penjabat Bupati Apriyadi yang hadirpada expose dan launching peta peluang investasi yang berlangsung di Bali, Jumat (16/12).

“Pemerintah Kabupaten Muba menyambut baik dan sangat mendukung penyusunan peta peluang investasi proyek prioritas strategis yang siap ditawarkan pada sektor Sumber Daya Alam yaitu untuk perkebunan tebu terintegrasi industri pengolahannya di Kabupaten Muba,” katanya, Sabtu (17/12).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/ BKPM Indra Darmawan melaporkan tentang “Peta Peluang Investasi” hasil kerjasama dengan PT Sucofindo untuk mendorong pengembangan proyek investasi yang strategis di daerah. Terdapat total 22 proyek di bidang sumber daya alam dan manufaktur yang telah disusun studinya sehingga siap ditawarkan kepada para investor.

“Tahun kita melaksanakan lagi 22 di cluster lainnya yaitu cluster sumber daya alam dan manufaktur. Jika sebelumnya nilainya Rp155 triliun rupiah, kali ini dengan dua cluster saja kita akan mencakup sekitar Rp37 triliun yang berada di 13 Provinsi yang tersebar sebagai lokasi penyusunan peta peluang investasi dan siap ditawarkan kepada para investor,” katanya.

Untuk Kabupaten Muba menurut Bupati Apriyadi, proyek prioritas strategis yang siap ditawarkan adalah perkebunan tebu terintegrasi industri pengolahannya. “Muba menawarkan kepada investor yang berminat untuk investasi pada perkebunan tebu dan pabrik gula kristal putih,” katanya.

Riki Junadi menjelaskan profil proyek berupa pabrik gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi. “Untuk lahannya ada di Kecamatan Sungai Keruh dan Kecamatan Sekayu. Luas lahan untuk pabrik dan perkebunan tebu seluas 8.304 hektar yang merupakn ex lahan izon lokasi perkebunan sawit PT MAS yang sudah tidak berlaku,” ujarnya.

Menurut Bupati Apriyadi, Kabupaten Muba telah mempersiapkan dokumen masterplan Kawasan Industri Hijau (KIH) guna mendukung investasi terutama hilirisasi industri di Kabupaten Muba. “Untuk kabupaten Muba sendiri proyek prioritas strategi yang siap ditawarkan adalah perkebunan tebu terintegrasi dengan industri pengolahannya. Jadi ke depan Kabupaten Musi Banyuasin akan menjadi salah satu daerah penghasil gula kristal putih atau gula konsumsi,” kata mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muba. (maspril aries)

 

Pos terkait