KATANDA.ID, Tanjung Jabung – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd menyampaikan kabar terbaru dan perkembang dari korban kecelakaan kerja yang terjadi 18 Desember 2022 dalam area NEB#9 di Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi
Dalam keterangan pers SKK Migas dan Petrochina International, Sabtu (7/1) menyampaikan kabar gembira perkembangan kondisi karyawan menjadi korban kecelakaan yang saat ini masih berada dalam perawatan di Jakarta dan Jambi.

Menurut Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Anggono Mahendrawan yang didampingi Andi Arie P Kepala Departemen Humas serta Lutfi Rakhmawati dan M. Iman Mahditama dari Communication Department PetroChina International Jabung Ltd, bahwa dua pekerja tidak lagi memerlukan perawatan tambahan dan menunggu penyembuhan sempurna.
Tiga lainnya memulai proses fisioterapi, dan satu orang yang sebelumnya dirawat intensif telah melewati masa kritis. Proses fisioterapi dan perawatan dilakukan di rumah sakit di Jakarta.
Kecelakaan kerja menimpa delapan orang pekerja tersebut terjadi saat pekerja melakukan perbaikan kebocoran pipa gas Trunk Line 12” yang menghubungkan sumur West Betara ke Betara Gas Plant (BGP) di area NEB#9 yang berlokasi di Desa Pematang Buluh, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada hari Minggu (18/12) pukul 01.45 WIB.

Kemudian para korban kecelakaan tersebut mendapat perawatan. Dari delapan pekerja yang terluka, enam di antaranya dievakuasi ke Jakarta pada Senin (19/12) untuk menerima perawatan intensif, dua korban dirawat di rumah sakit di Jambi. Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di Jakarta, dua Pekerja yaitu Kastalani dan Randi Afrianto, meninggal dunia. Jenazah keduanya kembali dibawa ke Jambi.
Menurut Andi Arie, semua pekerja korban kecelakaan kerja di NEB#9 mendapat perawatan medis terbaik sesuai dengan kondisi masing-masing. KKKS PetroChina menyediakan tiket, akomodasi, dan bantuan tunjangan harian sesuai dengan ketentuan perusahaan bagi anggota keluarga yang mendampingi di rumah sakit.
“Perusahaan juga memfasilitasi keseluruhan proses pemulangan jenazah bagi korban meninggal, pemakaman dan transportasi untuk keluarga dari Jakarta hingga kediaman masing-masing,” ujarnya.
Delapan pekerja yang terlibat kecelakaan kerja berasal dari empat perusahaan (KKKS PetroChina International Jabung Ltd. dan tiga perusahaan subkontraktor atas nama PT Mucoindo Prakasa, PT Devi Mandiri, dan PT Spektra Megah Semesta). Para pekerja adalah terdaftar dan anggota aktif BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi tambahan yang disediakan KKKS PetroChina.
Dengan status keanggotaan BPJS yang aktif dan seluruh persayaratan yang terpenuhi, keluarga korban Kastalani dan Randi Afrianto mendapatkan kompensasi kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris telah dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, 29 Desember 2022.
Ahli waris atau keluarga korban Kastalani menerima Rp373.411.115 termasuk Rp148 juta untuk pendidikan dua anak hingga perguruan tinggi. Almarhum Kastalani meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, tiga di antaranya masih menjalani pendidikan. Ahli waris atasn Randi Afrianto menerima Rp174.995.500. Almarhum merupakan putra pertama dari dua bersaudara.
Sementara asuransi tambahan dari KKKS Petrochina yang saat ini tengah diproses pencairannya. KKKS PetroChina juga mempersiapkan bantuan pendidikan bagi adik Randi Afrianto dan bantuan pendidikan tambahan bagi anak-anak Kastalani.
Pasca kecelakaan kerja yang terjadi 18 Desember 2022 menurut Anggono Mahendrawan, SKK Migas terus memantau perkembangan dan investigasi lapangan. Menurutnya, perwakilan manajemen SKK Migas dan PetroChina telah meninjau langsung ke lapangan dan telah melihat secara langsung kondisi para pekerja yang mengalami luka.
Anggono Mahendrawan juga menjelaskan, progres kesembuhan dari para korban mendapat perhatian SKK Migas, sesuai dengan komitmen, SKK Migas akan memastikan KKKS PetroChina beserta mitra sub kontraktornya benar-benar memperhatikan perkembangan kesehatan serta mengikuti peraturan yang berlaku dalam hal memenuhi hak/kewajiban para pegawai terdampak dan mitra sub kontraktor dari KKKS PetroChina.
“Kami sangat bersyukur karena kondisi para korban berangsur membaik dan bahkan ada yang sudah diperbolehkan pulang ke rumah,” ujar Anggono, “Tidak hanya perawatan untuk para korban, tetapi bantuan kepada keluarga korban juga diberikan, mengingat hampir seluruh korban merupakan tulang punggung keluarga,” katanya.
Menurut Andi Arie, sampai dengan saat ini investigasi internal mengenai kecelakaan kerja di area NEB#9 masih berlangsung. “SKK Migas dan KKKS PetroChina akan terus memperbarui informasi sesuai dengan perkembangan investigasi di lapangan,” katanya. (ril/mas)









