KATANDA.ID, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, Kamis (16/2) melakukan pertemuan dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo di Manggala Wanabakti.
Dalam pertemuan tersebut menurut Menteri Siti Nurbaya, “Kami berdiskusi tentang dukungan implementasi program lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui agenda ekonomi sirkuler pengelolaan sampah.”
Siti Nurbaya menjelaskan, bahwa Pangdam Siliwangi dan tim kerjanya telah menghasilkan sistem pemanfaatan sampah menjadi briket untuk bahan bakar dengan penggunaan mesin hasil buatan masyarakat lokal.
“Saya berterimakasih dan memberi apresiasi atas inovasi teknologi hasil kreasi Kodam Siliwangi. Kiranya inovasi tersebut dapat dimanfaatkan dalam agenda penanganan sampah pola kerja lingkungan pemukiman di Kecamatan,” kata Menteri Siti Nurbaya yang didampingi Wakil Menteri LHK Alue Dohong.
Juga direncanakan inovasi tersebut diperkaya dalam workshop yang direncanakan pada Maret 2023, termasuk inovasi-inovasi lain yang tengah berkembang di berbagai daerah.
“Terhadap semua proses hulu-hilir atau fokus pada perlatan mesin yang digunakan bisa dilakukan pengurusan hak paten. Juga bisa di-scale up dan dimasukan pada E-katalog untuk pengadaan barang dan jasa bagi publik,” ujar Menteri LHK.
Menteri Siti Nurbaya yang juga didampingi Dirjen PSLB3, Direktur Penanganan Sampah, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Humas, Direktur Penegakkan Hukum Pidana, secara seksama mengamati dan mendalami kekhususan teknologi hasil kreasi Kodam Siliwangi.
Pada kesempatan itu juga dibahas kemajuan program penanganan sampah dan limbah di sungai Citarum. Menteri LHK berharap, pengalaman di sungai Citarum dapat menjadi model penanganan pencemaran air sungai untuk seluruh Indonesia.
Pertemuan pembahasan antara Menteri LHK dan Pangdam III Siliwangi tentang lingkungan hidup bukan yang pertama, sebelumnya saat Kunto Arief Wibowo menjabat Komandan Korem Garuda Dempo (Gapo) juga telah diundang Menteri Siti Nurbaya membahas inovasi pencegah dan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diberi nama Bios 44 dan Nusantara Gapo 44 pada 11 Agustus 2016. (mas)










