Sinergi PTBA dan PT Timah Jajaki Pengembangan PLTS

Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra dan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Alwin Albar menandatangani MoU PLTS. (FOTO : Humas PTBA)

PTBA dan PT Jasa Marga Kembangkan PLTS Jalan Tol

KATANDA.ID, Jakarta – Dua BUMN yang sama-sama bergerak di sektor pertambangan dan berada di bawah payung atau anggota anggota Grup MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk, menjajaki potensi kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lokasi operasional PT Timah.

Bacaan Lainnya

Sinergi yang merupakan wujud komitmen kedua perusahaan untuk berkontribusi pada konservasi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan berkelanjutan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan.

Penandatangan MoU tersebut lakukan Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra dan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah  Alwin Albar dengan disaksikan Direktur Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo.

PTBA melalui anak perusahaannya, PT Bukit Energi Investama (BEI) akan membangun PLTS untuk mendukung kegiatan operasional PT Timah. Listrik dari PLTS akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional produksi, penerangan, dan perkantoran yang diharapkan akan berkontribusi pada penurunan emisi dan biaya energi yang lebih efisien.

Menurut Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Alwin Albar, “PT Timah bersama Grup MIND ID terus mendukung upaya Pemerintah menuju Net Zero Emission salah satunya dengan penggunaan energi terbarukan untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari aktivitas bisnis perusahaan. Ini sejalan dengan visi PT Timah menjadi perusahaan tambang kelas dunia yang ramah lingkungan, harus tumbuh dengan inovasi. Salah satunya adalah penggunaan energi terbarukan. Selain efisien, juga ramah lingkungan.”

Sebelumnya PT Timah telah mengembangkan pilot project PLTS terapung di Kampong Reklamasi Selinsing untuk mendukung pasokan listrik di kawasan tersebut.

Sementara itu Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra mengatakan, “Bukit Asam semakin gencar berekspansi ke sektor energi baru terbarukan sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan energi dan kimia kelas dunia terintegrasi dan berkelanjutan.”

Menurutnya, “Kerja sama dengan PT Timah sejalan dengan visi PTBA ke depan. Kami meyakini bahwa praktik bisnis berkelanjutan tidak hanya berdampak positif pada kelestarian alam, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi serta membangun keunggulan kompetitif PTBA. Dengan bisnis perusahaan yang berkelanjutan, PTBA akan terus hadir mendukung ketahanan energi nasional.”

Selain itu sinergi atau kerjasama ini sejalan dengan tujuan mulia (Noble Purpose) MIND ID bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan di masa depan. Langkah ini merupakan wujud komitmen untuk mendukung pengurangan emisi karbon global, sejalan dengan target Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060.

PLTS Jalan Tol

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dan Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menandatangani naskah MoU.

Selain dengan PT Timah, PTBA juga menjalin kerjasama dengan PT Jasa Marga Tbk. Antara kedua BUMN ini telah menandatangani Perpanjangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di seluruh jalan tol Jasa Marga Group.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dan Direktur Utama PTBA Arsal Ismail di Kantor Pusat Jasa Marga, Plaza Tol Taman Mini, Jakarta Timur pada Jumat (24/2)

Pada penandatanganan tersebut hadir jajaran Direksi Jasa Marga, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Operasi Fitri Wiyanti dan Direktur Human Capital & Transformasi Bagus Cahya Arinta B, dan dari PTBA hadir Direktur Pengembangan Usaha Rafli Yandra, Direktur Operasi dan Produksi Suhedi, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Farida Thamrin dan Direktur Sumber Daya Manusia Suherman.

Melalui MoU tersebut Jasa Marga dan PTBA terus melakukan penjajakan potensi pengembangan PLTS guna mendukung kegiatan usaha dan operasional di jalan tol Jasa Marga Group. Perpanjangan MoU tersebut juga menjadi wujud kolaborasi BUMN dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon global, sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission di tahun 2060.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, “Kerja sama ini antara Jasa Marga dan PTBA patut untuk dilanjutkan, mengingat besarnya potensi yang dapat terus dikembangkan, baik untuk mendukung kegiatan operasional maupun pada aspek komersial dan bisnis prospektif yang dapat memberikan nilai tambah, khususnya dalam pengelolaan jalan tol berkelanjutan berbasis green environment dan green energy.”

“Ukuran kesuksesan suatu perusahaan tidak hanya dinilai dari aspek finansial, tetapi Jasa Marga juga memperhatikan dampak lingkungan dan dampak sosial bagi para pemangku kepentingannya. Jasa Marga Group fokus dalam membangun sustainable corporation sesuai dengan konsep Triple Bottom Line, menyeimbangkan aspek people, planet dan profit dalam menjalankan aktivitas bisnis perusahaan,” ujar Subakti.

Sementara itu Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyampaikan bahwa Bukit Asam sebagai anggota Grup MIND ID tengah melakukan diversifikasi bisnis untuk menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia terintegrasi dan berkelanjutan. Salah satunya dengan masuk ke bisnis energi baru terbarukan (EBT).

“Kerja sama dengan Jasa Marga ini sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan Bukit Asam. Tak hanya berkontribusi signifikan untuk pendapatan negara, Bukit Asam juga harus menjaga kelestarian lingkungan. Kami ingin turut serta menciptakan kehidupan berkelanjutan di masa depan,” kata Arsal.

Sebelumnya, PTBA melalui anak perusahaannya, PT Bukit Energi Investama (BEI), telah membangun PLTS berkapasitas 400 Kilowatt-peak (kWp) di Jalan Tol Bali-Mandara untuk mendukung kegiatan dan operasional PT Jasamarga Bali Tol (JBT) yang merupakan anak usaha Jasa Marga.

Pembangunan PLTS Jalan Tol Bali Mandara yang telah diresmikan pada 21 September 2022 lalu, berjalan dengan sangat baik sehingga menghasilkan manfaat positif berupa efisiensi energi dan biaya operasional, serta tentunya turut mendukung Presidensi G20 Indonesia pada November 2022 lalu, yang salah satunya berfokus pada isu transisi energi. (ril/mas)

 

Pos terkait