Apresiasi Angka Stunting di Muba Turun, Siapkan Skema Hadapi Tantangan Bonus Demografi

Pj Bupati Muba, Apriyadi Mahmud.

KATANDA.ID, Sekayu – Capaian upaya penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Musi Banyuasin 2022 mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya Bappeda Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Diketahui, penurunan angka stunting di Muba sangat signifikan yakni di 2021 sebesar 23.0 turun di 2022 menjadi 17.7.

“Kami apresiasi ini, namun tetap harus selalu dimaksimalkan dalam upaya penanganan stunting di Muba dan ini telah terealisasi dengan baik sejak setahun belakangan,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian, Evaluasi dan Perencanaan Bappeda Sumsel, Dodi Eko Prasetyo saat Forum Konsultasi Publik (FKP) Evaluasi Hasil Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 2005 – 2025 di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (4/5/2023).

Ia menambahkan, upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kabupaten Muba selama ini sudah cukup berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam kurun waktu 20 tahun sebanyak 21,09 persen.

“Namun, tetap diperlukan upaya dan kerja keras optimal untuk mencapai target penurunan angka kemiskinan di Provinsi Sumsel 1 digit,” ulasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Muba Sunaryo mengatakan, FKP evaluasi RPJPD 2005-2025 ini sangat penting dilakukan, mengingat Indonesia nantinya ke depan akan dihadapkan pada tantangan bonus demografi.

“Oleh sebab itu perlu disiapkan skema untuk menghadapi tantangan bonus demografi lewat evaluasi RPJPD 2005-2025,” terangnya.

Ia menambahkan, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persen dalam usia produktif. “Maka generasi ke depan harus disiapkan menjadi generasi digital, melek sains, namun tetap membumi, dan tidak tercerabut akar budayanya,” ulasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud mengatakan, evaluasi RPJPD 2005-2025 sangat penting dilakukan dan akan menjadi rujukan calon kepala daerah di Kabupaten Muba pada rangkaian Pilkada Serentak 2024 mendatang.

“Oleh sebab itu rangkaian FKP RPJPD 2005-2025 ini sangat penting untuk dilakukan,” ungkapnya.

Mantan Kepala Bappeda Muba tersebut menambahkan, persoalan pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi akan digenjot lagi ke depan. “Butuh kerja keras dan evaluasi evaluasi yang akan dilakukan demi kesejahteraan masyarakat Muba,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu juga turut hadir Ketua Komisi II DPRD Muba Muhammad Yamin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muba Musni Wijaya, Kepala BPS Kabupaten Muba Trio Wira Dharma serta diikuti Kepala OPD, Camat, Tokoh Masyarakat se Kabupaten Muba.

(Rel)

Pos terkait