Biografi Perempuan Pertama Ketua Parlemen di Sumsel “Singa Betina Parlemen”

Peluncuran buku biografi “Singa Betina Parlemen Bumi Sriwijaya” (FOTO : Maspril Aries)

“Mereka harus siap memindahkan ruang privat yang biasanya sangat sempit dan tertutup ke bentangan ruang publik yang luas tak bertepi ketika menjadi buku. Sebab, salah satu kekuatan biografi adalah kejujuran dari sang subjek untuk membuka diri selebar-lebarnya,” tulis Djadjat Sudradjat dalam buku “Menulis Biografi, Jadikan Hidup Anda Lebih  Bermakna!  * Kiat Ramadhan K.H. Menulis Biografi yang Memikat  dan Menyejarah.”

Seperti biografi mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton berjudul “My Life Bill Clinton” (2004) amat ditunggu publik (Amerika Serikat) karena ada pengakuan jujur hubungan sang presiden dengan Monica Lewinsky, pekerja magang Gedung Putih, yang amat menghebohkan itu.

Bacaan Lainnya
Buku RA Anita dan Parlemen karya Maspril Aries, salah satu buku yang menulis tentang kiprah RA Anita Noeringhati. (Desain : Tri Purna Jaya)

Biografi ini ketika masih dalam proses penulisan pihak penerbit telah membayar Clinton 12 juta dolar AS (sekitar Rp120 miliar). Penjelasan Clinton tentang hubungannya dengan Lewinsky dinilai publik Amerika sebagai sesuatu yang bisa diterima. Apalagi Clinton juga merasa amat terpukul dengan kasus itu. “I was deeply ashamed of it and I didn’t want it to come out.” (Saya sungguh malu tentang hal itu [skandal cintanya dengan Lewinsky] dan saya tidak ingin hal ini sampai ke luar).

Selain biografi juga dikenal ada otobiografi, yang antara keduanya berbeda. Otobiografi adalah riwayat hidup yang ditulis sendiri dan lebih bersifat pengalaman nyata. Dalam bahasa Kuntowijoyo (Buku Metodologi Sejarah) (2003), otobiografi merupakan refleksi otentik dari pengalaman seseorang.

Selain keduanya, juga dikena adanya memoar. Memoar ini mempunyai kedekatan makna dengan otobiografi; titik perbedaanya adalah memoar ditulis oleh tokoh tersebut mengenai satu peristiwa saja, atau tonggak peristiwa sejarah yang dianggap penting.

Sementara itu Syafii Maarif dalam “Titik-Titik Kisar di Perjalanananku: Autobiografi” (2009), lebih memberikan makna kedekatan otobiografi dengan memoir sebagai sebuah cerita, riwayat, atau sejarah yang ditulis pribadi yang bersangkutan. Sedangkan tulisan riwayat hidup kelompok atau biografi kolektif dikenal dengan prosopografi atau tabaqat dalam historiografi Islam.

Pos terkait