KATANDA.ID, Lubuklinggau – Ratusan guru di Lubuklinggau yang bernaung dalam organisisasi Persatuan Guru Republik Indonesia Lubuklinggau mendatangi kantor Kejaksaan negeri Lubuklinggau. Kedatangan ratusan guru PGRI Lubuklinggau mengeluh kesah kepada bapak Kajari karena banyak sekali oknum LSM/wartawan diduga melakukan pemerasan disekolah SD, SMP dan SMA.
Ratusan guru ini disambut langsung oleh Kajari Lubuklinggau Riyadi Bayu Kristianto dengan berdialog bertempat di aula lantai dua gedung Kejari jalan Depati Said Kelurahan Tapak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Jumat (21/10/23).
Tujuan dari guru dan kepala sekolah Lubuklinggau meminta perlindungan dan arahan kepada kajari karena beberapa hari ini marak oknum LSM/Wartawan yang selalu berdatangan kesekolahan premanisme/memeras kepala sekolah di SD, SMP dan SMA dengan modus menjual foto kajari.
Kajari Lubuklinggau Riyadi Bayu Kristian saat diwawancarai menyampaikan bahwa salah satu keresahan guru dalam hal ini ada salah satu oknum LSM/media mengitimidasi sehingga peristiwa tersebut membuat para guru tidak nyaman.
Akibat itu kemudian bapak/ibu guru bekerja tidak tenang ada ketakutan dan kekhawatiran.
“Saya selaku APH dalam hal ini yang penting kerja yang baik, sesuai prosedur dan tidak ada niat yang buruk dalam menjalani pekerjaan,” ungkapnya.
Lanjut Bayu, untuk pengelolaan dana apapun itu baik dari pusat atau daerah jangan ada kekhawatiran siapapun yang datang menghampiri bapak/ibu dan mengintimidasi jangan sampai kemudian peristiwa itu mengganggu dalam melaksanakan fungsi dari pada teman-teman bapak dan ibu.
“Saya selama ini positif thinking saja dengan media/LSM sebagai warga masyarakat melakukan kontrol sosial, namun yang disampaikan oleh bapak ibu praktek dilapangan tidak seperti itu justru adanya intimidasi oleh oknum LSM/media,” bebernya.
Sehingga pihak kejari Lubuklinggau menjelaskan selagi bekerja sesuai aturan SOP jangan ada kekhawatiran dalam pelaaksanaan tugas dan fungsinya sebagai guru.
“Saya juga sampaikan diforum tadi bahwa ada LSM/wartawan yang melihatkan foto saya kepada bapak/ibu jangan takut dengan foto, siapapun bisa berfoto dan foto itu tidak mempuyai kekuatan apa apa, jadi tidak usah khawatir,” jelasnya.
Apalagi seorang guru notabene kemampuan berpikirnya lebih cerdas, lebih profesional yang mungkin psikologisnya karena di intimidasi dengan menakut-nakuti mungkin secara psikologi takut dan khawatir.
“Untuk masalah foto saya dengan siapapun dekat, saya diajak foto tidak mungkin menolak nanti dikira sombong,” ucapnya.
Setiap pengaduan dari masyarakat itu saya mengambil sikap atau pendapat saya pribadi tidak pernah, pasti disposisi secara teliti dengan baik dan cermat, segera buat telaah dan pendapat segera ditindak lanjuti SOP.
Sementara, Erwin, Ketua PGRI Lubuklinggau menyampaikan sengaja hari ini kita beraudiensi dengan Kajari Lubuklinggau. Bahwa guru mengaku sering di intimidasi dari oknum LSM maupun media dalam pengolaan dana bos di sekolah.
“Dengan modus akan dilaporkan ke Kejari untuk di proses hukum terkait penyimpangan dana sekolah, meskipun tudingan itu belum terbukti,” bebernya.
Pemerasan itu, sering kali di embel-embeli dengan foto oknum LSM maupun media tersebut bersama dengan Kajari Kota Lubuklinggau.
“Kami tadi menyampaikan itu ke Kejari, ada beberapa kasus yang bikin guru guru shock. Seperti ada pengaduan siswa melaporkan guru dan langsung diproses. Ada juga intimidasi dari oknum LSM terkait pengelolaan dana bos,” jelasnya.
Menurutnya, dengan maraknya intimidasi dan kasus-kasus seperti itu membuat sejumlah guru alami trauma saat menjalankan tugas.
“Meminta kepada pihak Kejari Lubuklinggau agar laporan dari pihak oknum LSM/Wartawan jangan mentah-mentah diterima, perlu adanya ketelitian dan pendalaman dari pihak penyidik,” tutup Erwin. (mil)









