KATANDA.ID, Palembang – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menutup tahun 2023 dengan kinerja menggembirakan. Ahad (24/12), BUMN pupuk tertua di Indonesia tersebut menandai berakhirnya masa produksi selama satu tahun dengan melaksanakan pengantongan, pengapalan & trucking akhir tahun 2023 dan perdana tahun 2024 di area pabrik PT Pusri.
Prosesi menutup tahun 2023 dan membuka tahun 2024 dilakukan dewan komisaris dan direksi PT Pusri dengan mengadakan demo pengantongan pupuk secara langsung serta penandatanganan tutup produksi tahun 2023. Hadir pada acara tersebut Direktur Utama PT Pusri Daconi Khotob, Direktur Keuangan Umum Saifullah Lasindrang dan Direktur Operasi & Produksi Filius Yuliandi.
Menurut Daconi, pencapaian produksi pupuk tahun sebesar 2.337.400 ton atau setara 101,05 persen dari pencapaian rata-rata produksi pupuk selama tiga tahun terakhir, dengan rincian produksi urea sebesar 2.010.400 ton dan produksi NPK sebesar 327.000 ton.
Mengutip Annual Report Pusri tahun 2022, produksi pupuk tahun 2022 sebesar 2.340.558 ton, sementara realisasi produksi tahun 2021 yang sebesar 2.349.712 ton. Produksi urea sepanjang tahun 2022 tercatat 1.993.680 ton, produksi tahun 2021 yang sebesar 2.065.626 ton. Sedangkan produksi NPK tahun 2022 sebesar 346.878 ton dan tahun 2021 produksinya sebesar 284.086 ton.
Untuk pencapaian produksi non pupuk atau produksi amoniak tahun 2023 sebesar 1.333.312 ton atau setara 99,53 persen dari pencapaian rata-rata produksi amoniak selama tiga tahun terakhir.
Salah satu misi Pusri yaitu menyediakan produk dan solusi agribisnis yang terintegrasi. Menurut Daconi, selain memproduksi pupuk urea yang menjadi produk unggulan Pusri, sejak tahun 2016 Pusri telah memproduksi Pupuk NPK dengan kapasitas produksi sebesar 300.000 ton/tahun. “Tahun ini, pabrik pupuk urea dan pupuk NPK mampu beroperasi dengan baik dan mencapai target produksi yang ditetapkan”, ujarnya.
Selama Tahun 2023 dalam menghadapi tantangan bisnis, Pusri telah melakukan beberapa upaya, diantaranya dimulainya pembangunan Pabrik Pusri IIIB yang merupakan revitalisasi pabrik Pusri III & IV, inovasi dan diversifikasi produk, pengembangan bisnis dan transformasi bisnis berkelanjutan.
Sementara itu untuk penyaluran pupuk subsidi berhasil terlaksana dengan baik dengan capaian penyaluran pupuk subsidi tahun 2023 yaitu sebesar 87 persen serta capaian penjualan pupuk sektor komersil yaitu amoniak sebesar 130 dari RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan).

Selama 2023 kontribus Pusri untuk masyarakat dan lingkungan juga dituangkan melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pusri yang unggul dan berkelanjutan. Program yang telah dilaksanakan Pusri pada tahun ini diantaranya, kegiatan pemberdayaan masyarakat, gotong royong, beasiswa, pengobatan gratis, Program Music (Millennials Usahawan Indonesia Competition), Program SESERA (Sehat Sejahtera) Pulau Kemaro, PROKLIM (Program Kampung Iklim), rumah difabel dan program-program lainnya yang terus dilaksanakan untuk membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
PT Pusri juga menggaungkan semangat “Collaborate to Gain More” salah satunya dengan dilaksanakannya pembangunan Pusri III-B yang telah dimulai pada penghujung tahun 2023.
“Seluruh insan Pusri diharapkan terus semangat dalam memberikan yang terbaik bagi perusahaan melalui inovasi, kolaborasi dan mewujudkan Pusri Maju 2025 serta tercapainya kemandirian pangan dan kemakmuran negeri”, kata Daconi yang sebelumnya Direktur Utama PT Semen Baturaja (SMBR) Tbk. (ril/mas)









