KATANDA.ID, Palembang – Sejumlah sekolah swasta di kota Palembang mengaku, setiap musim penerimaan siswa baru berharap banyak siswa yang mendaftarkan dirinya. Namun, bagi sebagian sekolah swasta yang sudah lama berdiri menjadi khawatir.
Hal ini dikarenakan calon siswa baru banyak memilih sekolah negeri yang ada, dan akhirnya sedikit yang menempuh pendidikan di sekolah swasta.
Salah satu sekolah swasta itu milik Perguruan Yayasan Nurul Iman Palembang yang berada di Jalan Mayor Salim Batubara Sekip Tengah Palembang.
Sekolah yang berdiri puluhan tahun (sejak 1963) dengan gedung bertingkat tiga tersebut, saat ini hanya menampung sekitar 200 murid saja, muali dari tingkat SD hingga SMA/ SMK.
‘Jelas saat penerimaan siswa baru kita ketar ketir, padahal ada aturan untuk penerimaan di sekolah negeri pada kelas 1 hanya 4 robel (rombongan belajar) nyatanya dilapanhan. Pastinya, kalau calon siswa baru diterima di negeri semua, maka untu sekolah swasta habis,” kata perwakilan yayasan.
Diakuinya, di sekolah Nurul Imam pernah memiliki siswa seribu lebih, tapi nyatanya sekarang jauh dari kata tersebut. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan pihak yayasan mulai dari studi banding, literasi dan sebagainya untuk meningkatkan kualitas.
“Tetapi karena siswa sedikit pendapatan sedikit, dan kadang para guru yang ada belum menerima gaji karena siswanya juga belum bayaran,’ tuturnya.
Sementara itu, Ibnu Aziz Kepala Yayasan Nurul Iman meminta kepada DPRD Sumsel dapil 2 memperjuangkan aspirasi sekolah yang telah disampaikan.
“Kami terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,sepertinya adanya kelas unggulan sehingga sebagai swasta dapat bersaing dengan sekolah negeri,” Kata Ibnu Aziz.
Wakil Ketua DPRD Sumsel H Nopianto mengatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat termasuk dari sekolah Nurul Iman terkait tentang penerima siswa baru, diharapkan porsi penerimaan siswa swasta diberikan porsi yang sama dengan negeri sama sehingga tidak ada perbedaan lagi.
“Swasta berharap diberikan kesempatan yang sama atau porsi yang sama dalam penerimaan sehingga tidak ada perbedaan,” tandas Nopianto.
Ditambahkan politisi Nasdem ini, sekolah swasta juga harus meningkatkan mutu, kwalitas sasaran prasarana sehingga sekolah swasta menjadi pilihan bagi siswa baru.
Namun sekolah swasta menjadi favorit dibandingkan sekolah negeri seperti sekolah Kumbang (Kesuma Bangsa) dan IGS, kedua sekolah menjadi contoh bagi sekolah, karena sekolah ini menjadi pilihan favorit bagi siswa batu.
“kwalitasnya baik sarana dan prasarananya juga baik, sehingga ini salah satu menjadi pilihan,”pungkasnya.
Disisi lain, Nopianto menjelaskan jika sekolah- sekolah di Sumsel baik Negeri maupun swasta juga mendapat bantuan selaman ini dari pemerintah ada. Namun tak dipungkiri terbatas dengan keuangan daerah saat ini yang relatif kurang baik.
“Tapi banyak juga program- program dari kementerian pendidikan yang memberikan bantuan untuk sekolah, dalam meningkatkan kualitas pendidikannya dan infrastruktur yang ada,” tukasnya. (*)









