KATANDA.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru meninjau gudang logistik dan peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Selasa (13/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan logistik dan kesiapan peralatan, termasuk bantuan Presiden, dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel.
Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru mengecek stok logistik dan berbagai peralatan, termasuk masker yang dibutuhkan masyarakat terdampak kabut asap. Ia menginstruksikan agar pendataan stok terus diperbarui, baik jumlah barang yang masuk maupun yang keluar, sehingga ketersediaan dan distribusi bantuan dapat terpantau dengan baik.
“Update terus, kan, berapa (logistik) yang keluar, berapa yang masuk,” tegas Herman Deru saat meninjau gudang logistik BPBD Sumsel.
Selain mengecek stok logistik, Herman Deru juga meninjau kendaraan operasional berupa mobil tangki air bertuliskan Banpres Karhutla 2026. Kendaraan tersebut merupakan bagian dari bantuan Presiden untuk mendukung penanganan karhutla di Sumsel.
“Ini sebagian bantuan Presiden yang dihebohkan Rp30 miliar. Sebagian sudah dibantukan ke kabupaten/kota,” ujar Herman Deru sembari menunjukkan kendaraan tersebut.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan penanganan karhutla. Sebagian bantuan berupa kendaraan dan peralatan telah disalurkan ke kabupaten/kota, sedangkan sebagian lainnya diperuntukkan bagi dukungan pembayaran honor tenaga yang bertugas di lapangan.
Mobil tangki air yang disiapkan memiliki kapasitas 5.000 liter dan dilengkapi pompa, mesin penyedot, serta selang. Herman Deru turut memeriksa kelengkapan kendaraan, termasuk sistem penyedotan dan pengeluaran air, guna memastikan peralatan tersebut dapat menunjang kebutuhan pemadaman di lapangan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa lima posko karhutla telah didukung peralatan pemadaman api. Dukungan lainnya berupa kendaraan roda dua atau sepeda motor operasional, yang sebagian masih dalam proses modifikasi.
Selanjutnya, Herman Deru meninjau Health Crisis Center, salah satu fasilitas pendukung pelayanan kesehatan yang diperbantukan di lingkungan BPBD Sumsel. Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari dukungan penanganan dampak bencana, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumsel untuk memperkuat penanganan karhutla, mulai dari memastikan kesiapan logistik, memperlancar distribusi bantuan, hingga menyediakan peralatan pemadaman dan fasilitas pendukung bagi masyarakat.
Sebelumnya, dalam rapat melalui konferensi video bersama Presiden Prabowo Subianto di Ruang Rapat Griya Agung, Palembang, Senin (12/10/2026), Herman Deru menjelaskan bahwa luas lahan terbakar dan dampak asap merupakan dua persoalan berbeda yang perlu ditangani secara terpisah.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, luas area terbakar di Sumsel disebut tersisa sekitar 6,9 hektare. Menurut Herman Deru, kondisi tersebut menunjukkan bahwa luasan karhutla yang tersisa relatif kecil, tetapi dampak asap masih menjadi perhatian utama pemerintah.
Ia menyebutkan, titik karhutla yang masih tersisa berada di kawasan gambut, antara lain di wilayah Pulau Beruang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Upaya pemadaman terus dilakukan dengan dukungan pasokan air (water supply) dan peralatan yang memadai.
Herman Deru juga menyampaikan bahwa Sumsel akan menjadi salah satu wilayah uji coba penggunaan teknologi pengurai asap berbasis dry ice atau es kering. Teknologi hasil kerja sama Indonesia dan Thailand tersebut diarahkan untuk membantu mengatasi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap sisa lahan terbakar dapat segera dituntaskan sehingga upaya penanganan selanjutnya bisa lebih difokuskan pada pengurangan dampak asap. Selain itu, penguatan langkah pencegahan juga terus diperlukan agar kejadian karhutla serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang. (*)










