KATANDA.ID, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menebar optimis dalam industri hulu minyak dan gas (migas) Indonesia yang masih prospektif. Ini dibuktikan adanya penandatangan kontrak kerja sama (KK) antara pemerintah melalui SKK Migas dengan dua perusahaan migas British Petroleum (BP) dan Petronas.
Dalam keterangan resmi SKK Migas di Jakarta, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto telah menandatangani kontrak kerja sama untuk Wilayah Kerja Agung I, Wilayah Kerja Agung II dan Wilayah Kerja North Ketapang sebagai hasil lelang penawaran langsung ke II tahun 2021.
Penandatangan kontrak kerja sama berlangsung awal pekan ini di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan disaksikan Menteri ESDM Arifin Tasrif dan pejabat lainnya.
Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, “Ada hal yang menggembirakan sekaligus dapat menepis pesimisme bahwa investor asing mulai tinggalkan industri hulu migas. Hari ini, investor asing memperluas wilayah kerja dan komitmen investasinya yang menunjukkan iklim daya saing industri hulu migas Indonesia tetap kompetitif. Sepanjang keekonomian hulu migas kompetitif, maka akan menarik investor asing dan domestik untuk berinvestasi di industri hulu migas.”
Penandantanganan kontrak kerja sama tersebut sekaligus menunjukkan bahwa di tengah proses transisi energi, investasi hulu migas di Indonesia masih memiliki daya tarik dan diminati oleh investor asing dari Inggris dan Malaysia.
Adapun total investasi komitmen pasti dari penandatanganan ini senilai 12.140.000 dolar AS dengan bonus tandatangan sebesar 700.000 dolar AS. Tepatnya, komitmen kerja pasti untuk wilayah kerja Agung I, Agung II dan North Ketapang secara keseluruhan mencakup survei seismik 2D mencapai 4.000 km, survei seismik 3D 300 km2.
Ketiga WK yang ditandatangani tersebut merupakan Wilayah Kerja Eksplorasi yaitu WK Agung I, WK Agung II dan WK North Ketapang yang ditawarkan Pemerintah melalui Lelang Penawaran Langsung Tahap II Tahun 2021 periode November 2021-Januari 2022 dan telah diumumkan pemenangnya pada tanggal 18 Maret 2022.
Dwi Soetjipto menjelaskan, Wilayah Kerja Agung I, Agung II dan North Ketapang ini belum tereksplorasi namun mempunyai potensi sumber daya migas yang menjanjikan dekat dengan wilayah yang sedang dalam proses interkoneksi pipa gas yang akan menghubungkan wilayah Jawa Timur dan sekitarnya yang kaya akan gas dengan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang sangat membutuhkan gas.
Menurut Dwi Soetjipto, SKK Migas menyambut baik telah ditandatanganinya kontak kerja sama dengan BP Agung Limited II untuk wilayah kerja Agung I dengan luas 6.656 km2, BP Agung Limited II untuk wilayah kerja Agung II dengan luas 7.970 km2 dan Petronas North Ketapang Sdn. Bhd untuk wilayah kerja North Ketapang dengan luas 3.121 km2.
“Kami akan segera melakukan koordinasi dengan mereka untuk mulai mendiskusikan langkah-langkah yang harus dilakukan agar wilayah kerja tersebut dapat segera di eksplorasi,” katanya.
SKK Migas juga menyambut terbuka dan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan agar wilayah kerja yang berada di daerah yang potensial tersebut dapat segera dilakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan minyak dan gas yang baru.
“Melihat kemampuan dan pengalaman dari BP dan Petronas yang merupakan international oil company dan memiliki wilayah kerja serta produksi migas yang terus bertumbuh serta melihat lapangan yang sudah berproduksi di Indonesia, kami percaya mereka akan melakukan investasi secara berkelanjutan memenuhi komitmen kerja pasti yang sudah ditetapkan di wilayah kerja tersebut,” ujarnya.
Selain itu menurut Dwi, kebutuhan gas yang meningkat ditunjang infrastruktur yang memadai, serta perkiraan harga minyak dan gas akan tetap pada posisi tinggi dalam waktu yang cukup lama, maka akan meningkatkan keekonomian proyek hulu migas di sekitar wilayah kerja di area tersebut.
“SKK Migas tentu tidak akan menunggu, tetapi akan melakukan jemput bola, dengan aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KKKS yang hari ini menandatangani kontrak kerja sama ini agar investasi dapat segera terealisasi,” ujarnya.
BP sendiri adalah perusahaan migas asing yang wilayah kerjanya terbentang dari timur Indonesia, tepatnya di provinsi Papua Barat dengan proyek Tangguh LNG yang merupakan lapangan penghasil gas terbesar di Indonesia dan juga tengah mengembangkan proyek CCUS; hingga bagian barat Indonesia melalui kemitraan di blok Andaman II di Aceh. (ril/mas)









