KATANDA.ID, Jakarta – Paviliun Indonesia hadir pada ajang Oil & Gas (OGA) Exhibition 2022 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia Event 13-15 September 2022 ini. Pada Oil & Gas Exhibition delegasi Indonesia bersama SKK Migas mengusung karya anak bangsa untuk membuka peluang kerja sama bisnis antara perusahaan dalam negeri dan operator migas dari berbagai negara.
Pada saat pembukaan Indonesia Pavilion di ajang Oil & Gas (OGA) Exhibition 2022 oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto bersama dengan CEO Petronas Datuk Tengku Taufik yang dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Deputi Pengendalian Pengadaan Rudi Satwiko serta pejabat Malaysia Petroleum Management.
Dalam keterangan pers SKK Migas, Ketua Delegasi Indonesian Pavilion pada OGA 2022 dipimpin Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi. “Ada beberapa prospek dan peluang bisnis yang dihasilkan dari sesi presentasi bisnis sepanjang hari ini. Kita terus kawal supaya berbagai peluang tersebut terealisir,” kata Erwin Suryadi, Kamis (16/9).
Menurut Erwin, peluang kerja sama ini muncul setelah semua perusahaan dan pabrikan lokal yang tergabung dalam Indonesia Pavilion mempresentasikan produk-produk unggulannya di rangkaian sesi presentasi bisnis, yang diikuti oleh perusahaan dan operator migas dari berbagai negara.
Ketua Delegasi Indonesian Pavilion OGA 2022 juga menjelaskan, konteks kerja sama bisnis di forum ini adalah B to B (business to business) sehingga perlu beberapa tahapan untuk sampai kepada transaksi. “Calon user tentu akan melakukan review, verifikasi lapangan, dan bahkan serangkaian uji coba produk,” ujarnya.
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas menjelaskan, perusahaan dan pabrikan lokal yang tergabung dalam Indonesia pavilion telah memiliki beragam sertifikasi standar kualitas global seperti ISO atau American Petroleum Institute (API). Apalagi produk-produk dari pabrikan lokal tersebut sudah banyak dipakai oleh operator migas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti British Petroleum, ENI, Petro China, ExxonMobil, dan lainnya.

Beragam produk buatan pabrikan dalam negeri termasuk BUMN yang dipresentasikan antara lain produk kategori FTV (fitting, tubular, valve) oleh PT Epsindo Jaya Pratama, PT Teknologi Rekayasa Katup, PT Dwi Sumber Arca Waja, PT Bukit Baja Nusantara, dan PT Fajar Benua Indopack, PT Artas Energi Petrogas, PT Krakatau Steel Group, dan PT Rainbow Tubulars Manufacture. FTV merupakan peralatan perpipaan, termasuk katup yang mengatur aliran minyak dan gas di lokasi pengeboran.
Selain itu ada produk kategori EPC services (engineering, procurement & construction), yang dipaparkan oleh PT Meindo Elang Indah, PT Elnusa Tbk, dan PT Titian Services Indonesia. Produk chemical & services chemical dipresentasikan oleh PT Pertamina Patra Niaga, PT Luas Birus Utama, PT Jotun Indonesia. Khusus produk kategori drilling sub surface dipresentasikan oleh PT Imeco Inter Sarana, PT Sagatrade Murni, dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia.
Sedangkan jasa dan layanan perkapalan, logistik & IT dipresentasikan oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari, PT Pertamina International Shipping, dan PT Kairos Utama Indonesia.
“Kami sangat surprise dengan apresiasi pengunjung, di mana sepanjang dua hari ini booth Indonesia Pavilion begitu ramai dikunjungi. Beberapa perwakilan dari Malaysia sempat datang dan berdiskusi tentang local company development,” kata Erwin.
Menurut Erwin Suryadi, dengan diakuinya karya anak bangsa di even internasional akan menambah pemasukan devisa melalui ekspor, dan memperkuat program pengembangan kapasitas nasional yang sedang dijalankan oleh industri hulu migas, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
Oil & Gas (OGA) Exhibition 2022 merupakan salah satu eksibisi migas terbesar di Asia. Di sini pemangku kepentingan industri migas bertemu dengan para pengambil keputusan dari pemerintahan maupun perusahaan minyak nasional dan internasional. Even ini menjadi wadah bertukar informasi mengenai teknologi dan tren terkini industri migas. (ril/mas)









