Sekda Radmida Dawam Minta Pokja Gencar Sosialisasi

KATANDA.ID, Pangkalpinang – Upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC dan Malaria tak hanya mengikutsertakan peran serta dan partisipasi aktif masyarakat dan lintas sektor. Ada banyak hal yang harus dilakukan agar upaya yang dilakukan dapat sesuai dengan target yang diharapkan.

Ini diungkapkan Sekretaris daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang Radmida Dawam saat menjadi narasumber pada pertemuan forum kemitraan pembentukan kelompok kerja (Pokja) dalam rangka pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria di Kota Pangkalpinang, Rabu (16/11/2022) di Sun Hotel Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Ia mencontohkan, peran tugas masing-masing Pokja, salah satunya adalah melakukan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS sesuai dengan kebijakan tentang pengolahan program pengendalian. Bukan hanya itu, Pokja pun haruslah melakukan pendataan terhadap populasi kunci dan melakukan sosialisasi kesehatan.

“Selain itu, mengikutsertakan peran serta dan partisipasi aktif masyarakat dan lintas sektor, mengikutsertakan dan melibatkan komunitas dalam kegiatan penanggulangan HIV/AIDS. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan penanggulangan HIV/AIDS. Membantu atau memfasilitasi pasien HIV/AIDS untuk mendapatkan pelayanan gratis, dan melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan penanggulanganya,” jelasnya.

Dilanjutkan Radmida, untuk Pokja tuberkulosis (TBC) yaitu melakukan tugas sesuai dengan kebijakan tentang pengolahan program penanggulangan TB, optimalisasi sumber daya manusia terlatih untuk penanggulangan TB.

“Sosialisasi kesehatan, mengikutsertakan dan melibatkan peran serta aktif masyarakat dan lintas sektor dalam penanggulangan TB. Mengikutsertakan dan melibatkan komunitas di masyarakat dalam kegiatan penanggulangan TB.

Menurut Radmida, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan penanggulangan TB, membantu atau memfasilitasi pasien TB dari luar daerah yang tinggal di Pangkalpinang dan tidak memiliki jaminan kesehatan dan jaminan sosial lainnya untuk mendapatkan layanan TB secara gratis.

“Pokja tuberkulosis yaitu melaksanakan tugas sesuai dengan kebijakan pengelolaan program malaria, melakukan kegiatan survei migrasi terhadap pendatang yang berasal dari daerah endemis malaria, melakukan kegiatan pengendalian vector penyebab malaria, melakukan promosi kesehatan, melakukan tatalaksana jika ditemukan kasus malaria, melakukan kegiatan penyelidikan epidemiologi pada kasus malaria, dan melaksanakan pencatatan dan pelaporan malaria,” ucap Radmida.

 

Pos terkait