Siswa SMPN 14 Palembang Berebut Jawab Pertanyaan untuk Dapat “Gift”

PBH Peradi Palembang memberikan penyuluhan hukum pada program BPHN Mengasuh di SMPN 14 Palembang. (FOTO : Maspril Aries)

KATANDA.ID, Palembang – Rencana Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Palembeng menyelenggarakan penyuluhan hukum program “BPHN Mengasuh” yang akan melibatkan lebih dari 1.000 siswa SMPN 11 Palembang batal terlaksana.

Hujan yang mengguyur Palembang sejak Senin subuh (27/3) membatalkan rencana tersebut. Pada Senin pagi pukul 06.00 hujan masih turun membasahi lapangan sekolah yang berada di Jalan Residen H Najamudin Kecamatan Sako. Semula dijadwalkan penyuluhan hukum pada jam nol belajar siswa di sekolah.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya Kepala Sekolah SMPN 14 Yuswanti ingin melibatkan seluruh siswanya yang berjumlah 1.033 siswa. “Karena tak mungkin mengumpulkan siswa di lapangan sekolah yang masih basah, akhirnya sekolah mengumpulkan sekitar 100 siswa perwakilan kelas 7, 8 dan 9 di ruang pertemuan sekolah,” kata Aina Rumiyati Aziz Kepala PBH Palembang yang didamping Sekretaris Ekovianti dan Bendahara Megaria.

Penyuluhan Hukum BPHN Mengasuh di lapangan sekolah SMPN 14.

Namun pelaksanaan penyuluhan yang awalnya hanya satu kali, akhirnya diadakan dua kali dengan melibatkan seluruh siswa yang hadir ke sekolah pada hari itu. Wakil Kepala Sekolah SMPN 14 bidang Humas, Indri pada saat jam istirahat mengumpulkan siswa di lapangan untuk mendapat penyuluhan hukum dari para advokat yang tergabung di PBH Peradi.

Pada penyuluhan di dalam kelas, siswa seragam putih biru tersebut mendapat penjelasan materi BPHN Mengasuh dengan pemutaran video, paparan materi hukum dan Pancasila, dan dialog interaktif. Pada saat pertanyaan, para siswa ditantang untuk membacakan Pancasila.

“Siapa yang hafal Pancasila?” kata Aina.

Sebagian peserta serentak tunjuk tangan untuk dipilih membaca Pancasila. Seorang siswa yang ditunjuk maju ke depan. Dengan suara lantang mulai membaca Pancasila tiap Sila. “Pancasila, Satu Ketuhanan yang Maha Esa. Dua, Kemanusian yang Adil dan Beradab. Tiga,..“

Saat Sila ketiga, siwa tersebut mengucapkan kembali, “Kemanusian yang Adil dan Beradab.” Siswa yang lain serentak mengatakan “Salah” dan yang lain menyahut dengan, “Persatuan Indonesia.”

Siswa yang lain bernama Robi maju ke depan, membacakan Pancasila dengan suara lantang dan benar seluruh sila. Robi kembali melafazkan Pancasila dengan diikuti seluruh siswa dengan suara keras.

Robi pun mendapat gift yang berisi snack dan mie instan. “Ini jangan dimakan sekarang sedang puasa. Jadi hadiahnya dibawa pulang ke rumah untuk dimakan setelah berbuka puasa,” pesan Ketua PBH Aina.

Pos terkait