KATANDA.ID, Bandung – Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2023 berakhir sudah. Kongres yang berlangsung di Bandung dari 25 – 27 September 2023 dan dibuka Presiden Joko Widodo di Istana Negara (25/9) yang memilih Hendry CH Bangun sebagai Ketua PWI periode 2023 – 2028 menggantikan Atal S Depari.
Kompetisi antara Hendry CH Bangun dan Atal S Depari bukan yang pertama untuk memperebutkan kursi ketua umum PWI. Pada Kongres PWI yang berlangsung di Bandung tersebut ada tiga calon ketua umum, calon petahana Atas S Depari, kemudian Hendry CH Bangun (mantan anggota Dewan Pers/ Sekretaris Jendral PWI 2013-2018) dan Zulmansyah (Ketua PWI Riau).
Pada pemilihan yang diawali penyampaian visi dan misi dari calon ketua umum. Kemudian dilangsungkan pemilihan yang berlangsung kondusif dan demokratis. Dari tiga calon ketua umum yang dipilih, hasilnya dari total 88 suara, Atal S Depari memperoleh 40 suara, Hendry CH Bangun meraih 39 suara dan Zulmansyah memperoleh 9 suara.
Pemilihan lalu dilanjutkan dengan putaran kedua antara Atas S Depari dan Hendry CH Bangun. Pada perolehan suara yang berlangsung ketat, akhirnya Hendry CH Bangun wartawan senior kelahiran Medan 26 November 1958 memperoleh 47 suara dukungan mengungguli Atal S Depari yang memperoleh dukungan 41 suara.

Kongres PWI di Bandung seperti mengulang kilas balik pada Kongres XXIV PWI yang berlangsung di Solo. Pada pemilihan Ketua PWI periode 2018 – 2023, dua wartawan senior Hendry dan Atal sama-sama maju berkompetisi untuk memperebutkan kursi Ketua Umum PWI menggantikan Margiono.
Pada kongres tersebut Atal S Depari memperoleh dukungan 38 suara dan Hendry CH Bangun mendapat dukungan 35 suara dari 73 suara yang diperebutkan. Pada periode kepengurusan sebelumnya Atal menjabat Ketua Bidang Organisasi PWI dan Hendry Sekjen PWI dan pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Pers.
Hendry CH Bangun yang pernah masa mahasiswa aktif di pers mahasiswa Tifa Sastra pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FS UI) akan menjadi nahkoda PWI yang berdiri 9 Februari 1946, untuk masa lima tahun ke depan.
Usai pemilihan Hendry mengatakan, “Alhamdulillah. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh wartawan PWI di Indonesia. Ini sebuah tantangan yang besar untuk mewujudkan visi dan misi PWI ke depan. Pemilihan yang berlangsung demokratis dapat dijadikan contoh sebuah demokrasi dan PWI sebagai rumah bersama, PWI harus semakin kompak dan solid.”
Menurut Hendry yang memulai wartawan pada majalah Sportif pada 1982 – 1984, sebagai Ketua Umum PWI ia akan melakukan berbagai kegiatan, khususnya pendidikan atau peningkatan kompetensi. “Mari kita bersama-sama seluruh anggota PWI untuk terus bersinergi membangun organisasi ini lebih berjaya lagi.
“Saya memiliki ambisi untuk menjadikan organisasi PWI sebagai organisasi terbesar, tertua dan paling banyak intelektualnya. Mari kita kembalikan kejayaan PWI sebagaimana terjadi di masa-masa lalu”, katanya.
Kongres XXV PWI juga memilih Sasongko Tedjo sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Pusat menggantikan Ilham Bintang. Hendry CH Bangun yang terpilih sebagai Ketua Umum PWI juga sebagai pemimpin tim formatur diberi waktu satu bulan setelah diumumkan untuk menyusun pengurus PWI masa bakti 2023-2028.
Dalam karir wartawannya, dari pers mahasiswa Tifa Sastra, keluar dari kamppus Hendry memulai menjadi wartawan di pers umum pada majalah Sprotif yang dipimpin Sondang P Meliala (alm).
Pada tahun 1984 Hendry bergabung dengan Harian Kompas sebagai wartawan olah raga. Kemudian menjadi redaktur olahraga dan wakil redaktur pendidikan. Tahun 1999 Hendry dikaryakan ke Harian Warta Kota dan ikut mengelola Harian Berita Kota.









