Mengenal Wartawan Senior Hendry CH Bangun Ketua PWI 2023 – 2028

Bersama Hendry CH Bangun (kanan) yang terpilih sebagai Ketua Umum PWI 2023 - 2028 (saat ke Palembang, Januari 2023. (FOTO :Doedy)

Sesuai dengan pilihannya kuliah di Fakultas Sastra, Hendry juga menulis puisi, artikel sastra dan cerita pendek (cerpen). Karyanya di bidang sastra tersebut dimulai tahun 1978 dan dimuat pada berbagai media cetak saat itu. Karyanya dimuat antara lain Harian Sinar Harapan, Harian Suara Karya, Surat Kabar Mahasiswa Salemba. Juga terbit di majalah remaja yang sangat terkenal pada tahun 1980-an yaitu Majalah Anita Cemerlang.

Hendry CH Bangun juga aktif pada berbagai kegiatan sastra dan budaya yang ada di kampus dan di pusat-pusat kesenian. Tahun 1982 Hendry ikut Forum Penyair Muda Jakarta yang digagas Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Bacaan Lainnya

Seperti kata pendiri Harian Kompas  Jakob Oetama  (alm), “Menulis buku adalah mahkota buat wartawan”. Hendry CH Bangun juga telah menulis dan menerbitkan beberapa judul buku. Diantaranya, “Ken Mokar Ikan dalam Kaca” (1980) ditulis bersama Wahyu Wibowo, “Tango Kota Air” bersama Azwina Aziz Mirza, “Antologi 20 Penyair The Fifties” (2009), “Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga” (2010), “Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga 2” (2011).

Tahun 2012 menerbitkan “Kumpulan Cerpen Sebelas Wartawan”. Buku kumpulan puisi tunggal “Elegi bagi Cinta” (2011), serta kumpulan puisi diantaranya “Pangeran Katak dan Sang Putri” (2011), “Senandung Raja Kecil” (2010), “Kitab Raja Ratoe Alit” (2011), “Antologi Fiksi Mini” (2011).

Peserta Kongres XXV dari pengurus PWI seluruh Indonesia, diantaranya Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar dan Sekretaris PWI Sumsel Dwitri Kartini. (FOTO : BPMI Setpres/ Kris)

Sebagai wartawan olahraga di Harian Kompas pada akhir berita tertulis inisial (hcb) atau Hendry CH Bangun, ia juga meliput berbagai even olahraga nasional dan internasional. Meliput Sea Games sejak 1983, Asian Games (1986, 2002), Olimpiade (1988, 2000), Turnamen Tenis AS Terbuka (1992), Australia Terbuka (1992).

Kemampun jurnalistiknya sebagai wartawan olahraga Hendry CH Bangun tidak perlu diragukan lagi. Buktinya ia menulis juga buku tentang olahraga. Seperti “Wajah Bangsa dalam Olahraga: 100 Tahun Berita Olahraga Indonesia” yang terbit tahun 2007, “Meliput dan Menulis Olahraga” yang terbit pada tahun yang sama.

Ada juga buku berjudul “Esei Olahraga Hendry CH Bangun” (2011). Ikut menulis buku berjudul “Apa & Siapa Sejumlah Orang Bulutangkis Indonesia” (1994), “Sejarah Bulutangkis Indonesia” (2004), “100 Plus Legenda Atlet Indonesia” (2005) dan “Merah Putih di Ajang Olimpiadi” (2008).

Dan kini dunia pers Indonesia menanti kiprah dan kepedulian Hendry CH Bangun pada dunia pers khususnya bagi organisasi wartawan bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Selama bertugas Bung HCB. (maspril aries)

 

Pos terkait