KATANDA.ID, Lubuklinggau – Polisi telah mengamankan 20 orang yang terlibat dalam aksi tawuran perang sarung di jalanan protokol kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan yang terjadi usai sholat tarawih sejak beberapa hari terakhir ini hingga viral di media sosial (Medsos).
Selain itu, Polisi juga telah mengamankan 8 unit kendaraan roda dua. Dan kini ke 20 orang yang diamankan tersebut telah dipulangkan dan nantinya oleh kepolisian akan kembali dikumpulkan bersama orang tuanya untuk diberikan pembinaan.
“Sebagian besar mereka ini masih pelajar usia 14 tahun sampai 17 tahun,” kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Bobby Kusumawardhana melalui Kasatreskrim AKP M Kurniawan Azwar pada Senin, 3 Maret 2025.
Kemudian nantinya anak-anak tersebut menurut Kasatreskrim akan membuat surat perjanjian yang ditanda tangani langsung orang tuanya dan yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi.
Diketahui, video aksi tawuran perang sarung ini viral di media sosial yang terjadi di 2 lokasi yakni di Jalan Kaswari, Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II dan di Jalan Pembangunan, Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
“Sudah kami amankan selama dua malam ini mereka yang terlibat tawuran,” ujarnya.
Menurut Kasatreskrim, perang sarung ini sudah meresahkan masyarakat. Sebab sudah beberapa kali masyarakat melakukan laporan kepada kepolisian atas tindakan-tindakan perang sarung ini. Dan ini sangat mengganggu, karena sudah dilakukan di Jalan Poros dan sentral.
“Sehingga mengganggu aktivitas masyarakat yang berkendara di seputaran jalan-jalan di kota Lubuklinggau ini,” jelasnya.
Sejauh ini, aksi tawuran perang sarung di Lubuklinggau tidak sampai memakan korban jiwa. Dan mereka yang terlibat tawuran memang menggunakan sarung sebagai alat.
“Jadi belum ada aneh-aneh atau belum ada ditemukan menggunakan sajam atau yang lain-lainnya,” terang Kasatreskrim.
Lebih lanjut, berdasarkan pengakuan mereka yang terlibat tawuran, mereka melakukan hal tersebut untuk senang-senang dan mengisi waktu kosong di bulan puasa. “Jadi ramainya ketika bulan puasa ini ketika bulan puasa,” bebernya.
Kasatreskrim mengimbau kepada para remaja agar mengisi waktu luang di bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah. Dan mengimbau agar mengurangi aktivitas kumpul-kumpul yang kurang baik, terutama perang sarung.
“Karena dapat mengganggu masyarakat-masyarakat yang lain yang sama-sama untuk menggunakan jalanan, kemudian bisa membahayakan juga masyarakat yang lewat. Jadi ibadahlah di bulan Ramadhan biar berkah,” pungkasnya. (Mil)









