Warga Palembang Terkejut ada Teh Hitam dari Gunung Dempo

Promosi Teh Gunung Dempo di Kambang Iwak, (FOTO : Humas PTPN VII)

KATANDA.ID, Palembang – Kehadiran teh hitam dari kaki Gunung Dempo Kota Pagaralam sudah sejak lama ada. Namun teh yang diproduksi PTPN VII Unit Pagaralam tersebut kalah top dibanding merek teh lainnya.

Di tangan anak-anak karyawan BUMN yang tergabung dalam FKPPIB memperkenalkan teh Gunung Dempo tersebut kepada masyarakat di Palembang. Lokasi yang dipilih di Taman Kambang Iwak, Palembang.

Bacaan Lainnya

Di tengah ramainya warga berolah raga di jogging track Kambang Iwak, Sabtu (17/9) anak-anak karyawan BUMN tersebut memperkenalkan teh asli produk dari Sumatera Selatan dengan menggelar lapak dan menawarkan minuman teh sedu hangat untuk dinikmati secara gratis.

Teh yang diproduksi PTPN VII Unit Pagaralam tersebut sudah ada sejak 1929. Teh hitam tersebut dipetik dari tahun teh yang tumbuh di kaki Gunung Dempo pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Teh hitam ini dikenal memiliki rasa dan aroma teh yang unik dan khas tidak ada pada teh jenis lainnya.

Dari promosi gratis di Kambang Iwak, antusias warga Palembang cukup tinggi. Buktinya ratusan cup teh yang diseduh tandas hanya dalam waktu 30 menit. Selain itu para anak karyawan BUMN tersebut juga kewalahan dengan berbagai pertanyaan tentang khasiat produk dan jenis-jenis teh yang diproduksi BUMN perkebunan PTPN VII. Banyak dari mereka terkejut dan baru tahu jika ada teh hitam diproduksi dari Gunung Dempo.

Seorang warga Chairul (61) yang sempat menikamti teh hitam Gunung Dempo mengaku teh yang dinikmatinya sangat terasa orisinil. “Saya sruput pertama tadi terasa banget aslinya. Sepetnya (kelat) terasa banget. Beda dengan teh-teh merek lain. Apalagi ini disajikan nggak pakai gula, jadi terasa banget. Ini kalau ditambah gula sedikit, atau manis-manis jambu, enak sekali,” kata pria berusia 61 tahun.

Sementara itu Kepala Bagian Pengadaan, Pemasaran, dan Umum PTPN VII Iyushar Gandasaputra mengapresiasi prakarsa FKPPIB ini. “Kami butuh mitra yang bisa mengenalkan produk-produk PTPN VII sekaligus mengedukasi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, teh yang produksi PTPN VII adalah salah satu teh terbaik. Teh hitam ini kategori eksklusif karena dihasilkan dari lereng Gunung Dempo yang menghadap ke Timur sehingga mendapat sinar matahari pagi secara penuh. Rasanya juga khas dan banyak khasiatnya.

Iyushar menjelaskan, ke depan, seluruh produk retail yang dihasilkan semua anak perusahaan PTPN Holding secara bertahap akan menggunakan merek “Nusakita.” Teh hitam yang kini menggunakan merek Gunung Dempo kemungkinan besar akan beralih merek ke Nusakita.

“Secara nasional Holding Perkebunan Nusantara sudah melaunching merek Nusakita sebagai brand nasional. Beberapa produk merek Nusakita yang sudah masuk ke pasar retail antara lain gula putih, minyak goreng, teh, dan kopi,” ujarnya.

Ketua Umum FKPPIB Tezza Aldiano didampingi Korda FKPPIB Sumsel Muhammad Bagus Aliy mengatakan, “Generasi muda anak karyawan BUMN melihat potensi yang ada di PTPN VII. Teh Gunung Dempo memilik prospek pasar yang sangat baik dengan manfaat yang juga sangat menarik. Produknya bagus tetapi masyarakat belum familiar. Mungkin karena perusahaan masih lebih berorientasi ekspor dan partai besar ya, sehingga belum banyak di pasaran.”

“Kehadirian dan pengenalan produk teh Gunung Dempo di Palembang ini sangat tepat. Palembang ini terkenal dengan pempek dan kerupuk. Nah kini dilengkapi dengan minumannya suguhan teh Gunung Dempo,” kata Muhammad Bagus Aliy. (ril/mas)

 

Pos terkait