Sekilas Tentang Pers atau Jurnalistik

Oleh : Maspril Aries

Penemuan mesin cetak oleh Johan Gutenbuerg di Jerman tahun 1450 dapat dikatakan menjadi awal dari sistem komunikasi modern yang dikenal masyarakat luas, khususnya melalui kehadiran media massa cetak, yaitu surat kabar (koran) dan majalah. Sistem komunikasi terus berkembang seiring zaman dengan hadirnya radio, televisi, internet sampai konvergensi media.

Bacaan Lainnya

Sejarah dari dunia pers atau jurnalistik sendiri dimulai jauh lebih awal dari sebelum penemuan mesin cetak tersebut. Dalam sistem komunikasi dikenal beberapa istilah seperti, publisistik, pers, jurnalistik, media massa, persuratkabaran dan komunikasi massa. Secara singkat akan dijelaskan mengenai istilah-istilah tersebut.

Istilah publisistik telah lama dikenal, namun tidak semua orang bisa yang mengenal istilah itu dapat memahami makna dan peranannya. Istilah publisistik terkait erat dengan pengertian dan masalah-masalah komunikasi.

Sebagai pengertian keilmuan, istilah publisistik adalah terjemahan dari bahasa Jerman, yakni “Publizistik.” Pengertian istilah publistik adalah ilmu tentang pernyataan-pernyataan yang bertujuan bersifat umum, aktual dan dinyatakan secara sadar kepada masyarakat luas. Atau ilmu tentang pernyataan yang bersifat pekabaran yang ditujukan pada masyarakat luas untuk maksud-maksud memberikan penerangan (information), mempengaruhi pendapat (opinion) atau mempopulerkan sesuatu hal (expose).

Dapat disimpulkan kegiatan Publistik adalah kegiatan menyampaikan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum dengan menggunakan kata-kata (selain gambar, simbol, grafik dan sebagainya) baik lisan atau tulisan yang ditujukan kepada khalayak umum dengan maksud-maksud tertentu, akan tetapi biasanya untuk mengembangkan pendapat umum.

Maspril Aries menyerahkan buku “Belajar Jurnalistik ke Missouri” kepada Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu pada HPN 2023 di Medan.

Menurut Astrid S. Susanto dalam buku “Komunikasi Dalam Teori dan Praktek, publisistik adalah ilmu yang mempelajari teknik komunikasi terutama pada komunikasi kelompok (group communication) dan komunikasi massa (mass communication) dan bukan pada komunikasi antar personal (interpersonal communication).

Dibandingkan dengan ilmu komunikasi, ruang lingkup perhatian ilmu publisistik lebih sempit, ia menjadi bagian daripada bidang ilmu komunikasi. Istilah atau kata “komunikasi” sendiri berasal dari kata “communicare” kata dalam bahasa latin yang berarti “berpartispasi” atau “memberitahukan.” Jadi istilah lain komunikasi (communication) adalah usaha melakukan pemberitahuan dengan maksud tercapainya saling pengertian atau saling kesamaan kepentingan agar dapat menjadikan manfaat bersama.

Dalam melakukan komunikasi ada tiga komponen penting yang terlibat, yaitu komunikator (yang mengirim pesan), pesan (informasi, ide dan sikap) dan komunikan (yang menerima pesan).

Dengan penemuan mesin cetak telah membawa umat manusia pada era komunikasi modern. Mesin cetak telah memproduksi jenis media massa pertama yakni media massa cetak dalam bentuk buku dan surat kabar (koran). Dengan adanya media massa cetak atau surat kabar, maka aktivitas publisistik khususnya untuk menyampaikan pesan sudah dapat diabadikan (tidak lagi harus diucapkan berulang kali/ komunikasi lisan).

Dari perkembangan teknologi komunikasi, setelah mesin cetak pada abad 19 dan 20, bentuk komunikasi massa telah berhasil diragamkan dengan adanya penemuan radio, televisi, film dan internet.

Pos terkait