Menulis Informasi untuk Konvergensi Media

Kegiatan tulis-menulis sebenarnya telah dimulai sejak Rasulullah SAW masih hidup. Setiap wahyu turun, Rasul memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk langsung menulis, walaupun pada masa itu masih ditulis di pelepah-pelepah kurma. Pasca Rasulullah meninggal, kegiatan tulis-menulis ini terus berkembang, bahkan pada masa Khulafaurrasyidin Abu Bakar menghimpun ayat-ayat Alquran yang masih berserakan untuk dikumpulkan dan ditulis kembali untuk kemudian dibukukan.

Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa ketiga setelah menyimak dan berbicara, kemudian membaca. Keterampilan menulis ialah keterampilan proses karena hampis setiap orang yang membuat karya tulis, baik karya ilimiah, maupun non ilmiah atau fiksi dan non fiksi, semuanya melalui proses. Sebagai sebuah proses, maka keterampilan menulis itu ada fase-fase yang harus dilalui, yaitu fase persiapan, fase penulisan (penuangan ide/ gagasan) dan fase perbaikan.

Bacaan Lainnya

Mulai dengan Ide

Pada fase persiapan bisa dimulai dengan menulis dari sebuah ide. Target atau keinginan apa pun yang ingin diperoleh seseorang dimulai dari sebuah ide. Ide awal dari peradaban, ide menjadi kunci kesuksesan. Ide menjadi inspirasi agar sesuatu ada. Mulai menulis dengan sebuah ide.

Ide dalam dunia kepenulisan kerap diidentikan dengan gagasan. Dalam kamus Bahasa Indonesia “ide” berarti rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita. Gagasan diartikan hasil pemikiran; ide.

Dari mana ide datang dan berasal? Segala sesuatu yang dapat kita lihat, kita dengar, kita rasakan di sekitar kita dapat melahirkan ide-ide brilian. Bermula dari ide kita dapat mulai menulis. Menulis adalah pekerjaan seni yang tidak terlepas dari kreativitas yang berawal dari sebuah ide.

Ide dapat juga dikatakan sebagai rancangan yang tersusun atau sesuatu yang melintas dalam alam pikiran seseorang. Ide bersifat umum dan bentuknya masih sangat sederhana. Ide juga sering disebut gagasan yang sifatnya masih liar, abstrak dan belum terpola. Ide jika diarahkan bisa melahirkan gagasan-gagasan yang lebih terarah.

Bagi seorang penulis, ide bukanlah hasil pencarian, melainkan merupakan hasil penemuan. Banyak faktor yang mendukung datangnya sebuah ide, seperti suasana batin yang kondusif dan kejernihan pikiran. Ide juga sering muncul di luar dugaan, sehingga ide menjadi tidak berarti jika tidak segera ditangkap dan dituangkan dalam bentuk tulisan.

Bagi seorang penulis, penulis pemula atau penulis senior, ide adalah sesuatu yang sangat penting. Tanpa ide, seorang penulis senior pun tidak mungin menghasilkan tulisan.

Merumuskan Topik

Kamus Bahasa Indonesia memberi pengertian “topik” adalah pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dan sebagainya. Topik juga diartikan sebagai hal yang menarik perhatian umum pada waktu akhir-akhir ini atau bahan pembicaraan.

Samakah topik dengan tema? Dalam dunia kepenulisan ada yang menyatakan topik sama dengan tema atau tidak berbeda. Dalam Kamus Bahasa Indonesia tema berarti pokok pikiran; dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dan sebagainya).

Saat hendak memang menulis kesulitan yang mulai dirasakan, khususnya penulis pemula adalah menentukan topik tulisan. Apa topik atau tema yang akan ditulis? Kemudian bagaimana menulisnya? Mulailah seorang penulis mengalami kesulitan untuk mulai menulis. Kesulitan muncul karena dibayangi rasa khawatir dan takut. Takut tulisannya tidak menarik dan tidak enak dibaca.

Saat didera kekhawatiran dan rasa takut tersebut, dari seorang penulis pemula lahirlah rasa malas, ragu untuk menulis, menunda-nunda untuk merangkai ide dan topik yang telah ditetapkan menjadi tulisan. Akhirnya malas dan tidak disiplin dalam berlatih. Yang lebih parah lalu putus asa.

Bagi seorang penulis setelah mendapat ide lalu menentukan topik tulisannya. Topik harus fokus pada permasalahan. Misalkan seorang penulis ingin menulis tentang komunikasi dan informasi . Ide tentang komunikasi dan informasi tersebut masih belum fokus. Langkah selanjutnya adalah menentukan topik tulisan. Idenya, menulis tentang komunikasi dan informasi, selanjutnya topik yang dipilih adalah sosialisasi kelompok informasi masyarakat (KIM) di Musi Banyuasin. Agar topik tersebut tidak bias bisa dibuat lagi topik yang fokus, yaitu KIM sebagai pahlawan informasi.

Pos terkait