“Public Speaking” Menjemput Etika Komunikasi

Public speaking pada pelatihan kehumasan dan jurnalisitik.(FOTO : Dinkominfo Muba)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak kewajiban moral (akhlak).  Dalam bahasa Arab, etika disebut dengan akhlak, yang dalam bahasa Indonesia bermakna tata krama.

Dalam Islam, akhlak merupakan pondasi utama karena Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis menyatakan, “Sesungguhnya aku diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak kalian”.

Bacaan Lainnya

Sebagai contoh, etika dapat dilihat dan ditemukan dalam pelayanan publik. Seperti penelitian FAS Friday  dalam “Etika Pelayanan Publik (Studi Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ende)” (2021) menjelaskan bahwa etika merupakan salah satu elemen yang sangat menentukan kepuasan publik yang dilayani sekaligus keberhasilan organisasi pelayanan publik itu sendiri.

Maka dalam menjalin komunikasi kita dituntut untuk memahami maksud dan tujuan dari komunikasi yang kita lakukan. Selain itu, dalam menyampaikan maksud dan tujuan tersebut komunikator perlu memahami aturan serta etika agar maksud yang kita tuju tersampaikan dan dapat diterima dengan baik oleh komunikan. Dalam pelayanan publik, salah satu aspek yang menjadi permasalahan adalah moralitas atau etika.

Etika, akhlak atau tata krama di tengah masyarakat banyak sekali bentuknya dan begitu luas. Salah satunya etika dalam berkomunikasi. Etika dalam berkomunikasi menurut Sihabuddin dalam “Terampil Berbicara dan Menulis” (2019) merupakan pondasi utama dalam membangun hubungan dengan siapa pun.

Sebagai pelajaran, ada banyak kegagalan komunikasi terjadi karena kesalahan etika. Kesalahan etika dalam berkomunikasi bisa berakibat fatal bagi semua peserta komunikasi. Etika komunikasi memiliki pengertian sebagai cara pandang atau penilaian masyarakat terhadap baik buruknya cara berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Definisi etika komunikasi menurut AW Suranto dalam “Komunikasi Sosial Budaya” (2010), adalah suatu rangkuman yang mempunyai pengertian sendiri, yakni norma, nilai atau ukuran tingkah laku yang baik dalam kegiatan komunikasi di suatu masyarakat.

Etika komunikasi pada pergaulan bermasyarakat dengan mengutip Nana Yunita dalam “Etika Komunikasi Pembawa Acara Berita dalam Memberikan Pesan Berita” mempunyai manfaat yaitu :

  1. Melancarkan komunikasi dengan orang lain, sehingga hubungan yang sudah terjalin akan semakin erat.
  2. Memahami apa yang dikomunikasikan oleh orang lain, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
  3. Dengan mengikuti dan mentaati etika yang berlaku, kita akan diterima dengan baik dalam lingkungan sosial masyarakat.
  4. Menumbuhkan rasa saling menghargai di antara anggota masyarakat.
  5. Mencegah individu atau kelompok untuk tidak bertindak atau berperilaku sembarangan atau seenaknya sendiri dalam berkomunikasi.
  6. Mempererat hubungan dengan orang lain.

Etika komunikasi meliputi etika komunikasi verbal dan etika komunikasi non-verbal. Etika komunikasi verbal adalah etika berbicara. Etika berbicara merupakan sebuah ukuran suatu kegiatan berbicara dinilai baik atau tidak oleh masyarakat. Etika berbicara seseorang memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap dirinya sendiri karena menentukan kesuksesannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Sihabuddin etika berbicara tersebut meliputi : a) Menjaga Kejujuran; b) Berkata Baik; c) Jauhi Kata Sombong; d) Menggunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti; e) Berkata dengan Lemah Lembut; f) Banyak Tersenyum; f) Tunjukan Wajah yang Respek terhadap Lawan Bicara; g) Jangan Terlalu Menguasai Jalan Pembicaraan; h) Jangan Memotong Pembicaraan; i) Jangan Lupakan Salam dan Terima Kasih. ●

 

 

 

Pos terkait