Menulis Berita Jurnalistik di Era Digital

  • Oleh : Maspril Aries
  • Jurnalis, Penulis Buku & Penggiat Literasi

Seorang teman mengeluh setelah membaca berita di media online atau daring. Keluhannya begini, “Banyak karya jurnalistik sekarang khususnya pada media online ‘payah’, demi mengejar kecepatan mereka abai dengan kaidah jurnalistik yang jadi pakem dalam menulis sebuah berita”.

Tidak cukup itu, teman tersebut nyerocos lagi, “Banyak berita-berita kejar tayang demi meraih jumlah pembaca atau mengejar pageview mereka telah menghamba pada algolaritma kalau tidak ingin disebut menjadi budak algoritma”.

Bacaan Lainnya

Keluhan tersebut ia sampaikan karena kerap menemukan media online atau portal berita yang menyampaikan berita tidak mengikuti kaidah penulisan berita yang baik tepatnya tidak mengikuti kaidah jurnalistik. Keluhan tersebut disampaikan pada awal tahun 2023.

Padahal jauh sebelumnya, pada Januari 2017 Rudiantara yang menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) masa itu sudah menyampaikan, ada puluhan ribu media daring atau online yang diduga belum sesuai dengan kaidah pers atau jurnalistik.

Dari keluhan tersebut, ada dua hal yang patut menjadi perhatian, yaitu kaidah jurnalistik dan algoritma. Dalam kaitannya dengan judul dari tulisan ini, “Menulis Berita Jurnalistik di Era Digital” maka yang menjadi pembahasannya adalah seputar tentang menulis berita sesuai kaidah jurnalistik baik.

Apa itu kaidah? Mengutip Asep Syamsul M. Romli dalam “Basic Announcing Dasar-Dasar Siaran Radio” (2009), kaidah merupakan patokan atau ukuran bagi manusia dalam bertindak, Kaidah juga dapat  dikatakan sebagai aturan yang mengatur perilaku manusia dan perilaku kehidupan bermasyarakat.

Dalam jurnalistik berita yang disajikan harus sesuai dengan kaidah jurnalistik, yaitu berdasarkan fakta, atau peristiwa yang terjadi secara objektif, bukan fiksi atau hoax. Kaidah jurnalistik dalam penulisan berita harus ada unsur 5W+1H dan menggunakan ragam bahasa Indonesia jurnalistik.

Berita yang abai dengan kaidah jurnalistik jelas bukan berita yang mematuhi asas profesionalisme dan berpotensi melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ). KEJ adalah norma atau landasan moral bagi profesi wartawan atau jurnalis sekaligus sebagai kaidah penentu bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Kaidah jurnalistik harus menjadi rujukan untuk melahirkan penulisan berita yang baik. Berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik akan mampu memenuhi tanggung jawab media massa (cetak, daring dan elektronik) dalam menyediakan informasi yang akurat berdasarkan fakta.

Berita

Setelah mendapat gambaran sekilas tentang kaidah jurnalistik, kini saatnya untuk mengenal dan tahu apa itu berita pada era digital yang sesuai dengan kaidah jurnalistik?

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan di atas. Ada banyak pengertian atau definisi tentang “berita” dari dari para pakar atau praktisi. Berita merupakan sajian pada sebuah media massa (cetak, online dan elektronik) dan merupakan objek tugas dari seorang wartawan.

Menurut Dona Asteria Ina R. Mariani dalam Modul “Pengertian Berita dan Jenis Tulisan dalam Media Cetak”, berita harus berdasarkan fakta atau faktual, sekaligus memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika memakai”teori” urut kacang, maka kata “berita” berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni Vrit yang dalam Bahasa Inggris disebut Write, yang arti sebenarnya ialah ada atau terjadi. Sebagian ada yang menyebut dengan Vritta, artinya ”kejadian” atau ”yang telah terjadi”. Oleh karena itu, Vritta dalam Bahasa Indonesia kemudian menjadi berita atau warta.

Dari pelajaran jurnalistik yang usang, memberi contoh atau pengertian berita, yakni, “Kalau anjing menggigit orang, itu bukan berita; kalau orang menggigit anjing, itu baru berita”. Ungkapan tersebut tertulis dalam buku berjudul “Wartawan Asia” yang disunting Generoso J.Gil.Jr dengan kata pengantar wartawan senior Indonesia Mochtar Lubis (almarhum). Buku ini terbit tahun 1987.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pengertian berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Menurut kamus bahasa Indonesia karya WJS Poerwodarminta, berita berarti kabar atau warta.

Pos terkait