Menulis Berita Jurnalistik di Era Digital

Dalam teori jurnalistik, untuk menulis berita ada gaya atau struktur berita yang dinamakan piramida terbalik. Disebut piramida terbalik karena ingin memudahkan pembaca yang bergegas untuk mengetahui apa saja yang terjadi dan diberitakan. Bagi redaksi/ redaktur akan memudahkan memotong bagian bawah sebuah berita karena terbatasnya halaman surat kabar.

Dalam teknik dasar penulisan berita yang konvensional disebutkan bahwa sebuah berita disajikan dalam bentuk piramida terbalik :

Bacaan Lainnya

Pada umumnya sebuah berita atau struktur berita terdiri dari tiga bagian yaitu :

Judul berita paling tidak mempunyai tiga fungsi, yaitu mengiklankan (to advertise), merangkum berita (to summarize) dan mempercantik (to beautify) penampilan wajah penerbitan. Agar pembaca segera tertarik membaca isi berita, judul harus merangsang perhatian dan minat pembaca.

Sebagai perangkum berita judul harus mencerminkan pokok persoalan yang disajikan di dalam berita. Sedangkan untuk mempercantik penampilan bisa diwujudkan dengan memilih bentuk hurup, jumlah kata dan strukturnya. Jadi judul berita harus mewakili isi berita. Judul berita diusahakan tidak lebih dari dua baris. Ada media yang menambah judul dengan memberi sub judul.

Lead (pokok berita) atau teras berita merupakan bagian yang mencerminkan isi berita secara keseluruhan dan menjadi unsur terpenting dalam setiap berita oleh karena itu lead mencerminkan isi seluruh berita.

Teras berita atau lead adalah alinea atau paragraf pertama yang berfungsi mengemukaan bagian terpenting atau paling menarik dari suatu berita sehingga pembaca mengetahui inti suatu pemberitaan. Fungsi lain dari teras berita adalah menggugah rasa ingin tahu pembaca untuk mengikuti berita secara keseluruhan.

Lead menunjukkan bagian permulaan berita yang paling penting. Piramida terbalik menunjukkan bagian yang penting dari sebuah berita pada bagian awal dan makin ke bawah makin kurang penting. Dengan perkataan lain, seiring dengan menyempitkan piramida terbalik, berkurang pula arti penting beritanya. Struktur seperti ini, disamping memudahkan mengenali inti berita, juga memudahkan pemotongan bagian yang tidak mungkin termuat.

Dalam lead inilah tercakup unsur berita yang disebut 5 W dan 1. Dalam lead tidak seluruh elemen tersebut harus ditulis. Dalam sebuah peristiwa/ informasi, bisa terjadi bermacam-macam sudut penglihatan (angle) subjektif dari seorang wartawan/jurnalis/reporter yang dapat dijadikan lead. Namun sebagai kriteria dasar, lead berita harus mengandung unsur who (siapa) dan what (apa).

Setelah teras berita/lead selesai ditulis selanjutnya menulis tubuh berita dalam beberapa paragraf. Dalam tubuh berita dapat dikembangkan dengan menjelaskan kembali informasi-informasi lebih lengkap tentang unsur/elemen 5W dan 1H pada lead berita.

Fungsi tubuh berita ialah mendukung dan melengkapi hal-hal yang dikemukakan dalam teras berita/lead, sehingga berita dalam keseluruhannya memenuhi elemen 5 W dan 1 H. Tubuh berita harus berisi penjelasan/uraian lebih jauh atau lebih rinci yang tertulis di dalam teras berita.

Paragraf tubuh berita setelah lead hendaknya diisi dengan data dan keterangan yang menghubungkan isi teras berita dengan cerita yang ditulis dalam paragraf berikutnya. Tubuh berita disusun sedemikian rupa, sehingga alur cerita dari satu paragraf ke paragraf berikutnya berjalan mulus dan wajar, dengan tetap memperhatikan cara penulisan piramida terbalik. Semua unsur/elemen berita (5 W + 1 H) sudah harus terungkap dalam tiga paragraf pertama.

Contoh Berita :

UT Palembang Gelar Pelatihan Jurnalistik(Head/ Judul Berita)

Palembang, UTNews.com – Universitas Terbuka (UT) Palembang menggelar pelatihan jurnalistik, Selasa (24/10) di kampus UT Jalan Kol Burlian, Km 10 Alang-Alang Lebar, Palembang. – (Lead)

 Pelatihan yang bertema “Cerdas Jurnalistik di Era Digital” dibuka Dirtektur UT Palembang Meita Istianda dengan menghadirkan dua nara sumber Iklim Cahya (tokoh politik) dan Maspril Aries (jurnalis & editor buku). – (Tubuh Berita)

Berita yang disajikan di media massa seperti surat kabar, majalah, tabloid, radio, televisi atau media online akan berisi beragam bentuk berita. Ada beberapa ragam bentuk berita yang selama ini dikenal di media massa.

Diantaranya : Straight News atau Hard News. Feature News atau Human Interest Story. Interpretative News. Depth Reporting News. Editorial News. ©

Pos terkait