Menulis Berita Jurnalistik di Era Digital

Sementara itu dari pakar komunikasi atau jurnalistik seperti Dean M. Lyle Spencer, berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar dapat menarik perhatian sebagian besar pembaca. Atau menurut Djafar H. Assegaff (almarhum) berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termasa (baru), yang paling dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi-segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.

Jakob Oetama (almarhum) pendiri Harian Kompas menulis dalam tulisannya berjudul “Reportase Komprehensif”, bahwa berita itu bukan fakta, berita itu laporan tentang fakta. Suatu peristiwa menjadi berita hanya apabila ditemukan dan dilaporkan oleh seorang wartawan, jurnalis atau reporter.

Bacaan Lainnya

Jakob Oetama mengutip istilah Walter Hagemann, apa bila peristiwa itu “memasuki isi kesadaran publik” dan dengan demikian menjadi pengetahun publik secara aktual. Peristiwa itu sendiri bisa fisik, bisa abstrak. Tetapi untuk menjadi berita, baik fisik maupun abstrak, peristiwa itu harus dikonkretkan, diaktualkan. Itulah sebabnya agar sebuah laporan tentang suatu peristiwa bisa menjadi berita diperlukan kualifikasi tambahan, yaitu peristiwa itu menarik dan aktual.

Juga ada yang mengidentikkan berita dengan padanan kata NEWS yang berarti singkatan dari North, East, West dan South. Artinya berita sangat komplek, datang atau berasal dari banyak arah, merupakan perpaduan berbagai masalah serta merupakan himpunan berbagai unsur.

Berita yang Laik & Nilai Berita

Asep Syamsul M. Romli dalam bukunya “Jurnalistik Online Panduan Mengelola Media Online” (2018), menuliskan, “Berita (news) adalah laporan Bberita terbaru. Tidak semua peristiwa layak dilaporkan (diberitakan). Yang layak dilaporkan hanya peristiwa yang memenuhi kriteria “nilai berita” (news value). Sebuah berita minimal mengandung satu nilai berita”.

Dalam teori jurnalistik diajarkan bahwa suatu berita yang baik atau laik siar mengandung nilai terpenting dalam kaidah jurnalistik atau nilai berita (news value).

Ronald Farar dalam bukunya “Mass Communicaton, an Introduction to then Field” menjelaskan, paling sedikit ada 8 unsur yang erat kaitannya denga nilai berita :

1. Proximity (kedekatan jarak)

Adalah dekatnya suatu peristiwa (yang diberitakan) dengan khalayak. Kedekatan ini bisa bermacam-macam, misalnya dari sudut geografis (diukur dengan satuan jarak/ panjang) dan dari sudut kejiwaan (dengan kesatuan keterlibatan emosi). Semakin dekat lokasi suatu peristiwa, semakin menarik informasinya bagi pembaca.

2. Prominence (nama besar)

Semakin terkenal nama mereka yang terlibat dalam suatu peristiwa, semakin menarik untuk diberitakan.

3. Suspense (ketegangan)

Rasa ingin tahu pembaca untuk secapatnya mengetahui hasil suatu pertandingan olahraga, hasil pemilu dan hasil pemilu presiden.

4. Oddity

Peristiwa yang aneh atau luar biasa. Berita tentang anak yang lahir dengan satu badan tetapi dua kepala. Berita ini lebih menarik dari berita seorang selebriti yang melahirkan anak yang normal.

5. Conflict

Pertentangan/ konflik antar manusia (perkelahian, perang).

6. Sex

Segala peristiwa yang menyangkut kekerasan seks senantiasa menarik pembaca. Seperti berita tentang foto/ video porno dari media sosial selalu menjadi berita yang dimuat.

7. Progress

Informasi tentang kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Berita tentang BBN (bahan bakar nabati) dari bahan tanaman jarak pagar bisa menjadi pengganti avtur untuk menerbangkan pesawat terbang.

8. Human Interest

Informasi/ berita yang menyentuh perasaan manusia, seperti persahabatan manusia dengan anjing yang setia, atau usaha melarikan diri dari kekuasaan tirani/ penguasa diktator. Atau berita tentang kisah sukses pedagang bakso yang bisa membiayai lima orang anaknya selesai dari pendidikan tinggi/ universitas, berita ini memberi inspirasi      atau semangat agar pembaca tegar menjalani hidup.

Pos terkait