IJTI Sumsel Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis saat Demo di Mapolda

oplus_32

KATANDA.ID, Palembang – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Selatan menyatakan sikap tegas terkait insiden kekerasan yang menimpa sejumlah jurnalis saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa berujung bentrok di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026).

Ketua IJTI Sumsel, M. David, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam serta mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

“Secara prinsip, kita ikut prihatin karena ada jurnalis yang menjadi korban dalam aksi demo itu. Kami mengecam keras kekerasan terhadap jurnalis di lapangan, karena kerja-kerja jurnalistik dilindungi oleh undang-undang,” ujar David saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).

Kendati demikian, pihak IJTI Sumsel saat ini masih berkoordinasi dan mengumpulkan informasi secara utuh guna memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya secara objektif.

David menegaskan, pihaknya perlu mendalami insiden tersebut untuk mengetahui secara pasti duduk perkara hingga sejumlah jurnalis bisa sampai terseret dalam amuk massa di lokasi aksi.

IJTI Sumsel mengimbau kepada seluruh jurnalis di lapangan agar tetap mengutamakan aspek keselamatan, mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja, serta selalu mengenakan atribut identitas pers yang jelas selama melakukan peliputan di tengah situasi aksi massa yang ricuh. (*)

Pos terkait