KATANDA.ID, Palembang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan secara aktif mendorong penguatan ketahanan ekonomi keluarga melalui program bimbingan masyarakat untuk penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (20/10/2026) di Hotel Swarna Dwipa Palembang, dan dibuka langsung oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, M.Si.
Dalam sambutannya, Fauzi Amro menegaskan, literasi keuangan saat ini menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi perempuan dan ibu rumah tangga sebagai manajer keuangan keluarga.
“Bimbingan ini bertujuan meningkatkan kemampuan perempuan atau ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan keluarga secara sehat dan mengenalkan produk dan layanan keuangan resmi yang aman guna menghindari jeratan penipuan finansial,” ujar Fauzi.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang terjebak pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, dan penipuan finansial digital karena minimnya akses informasi keuangan yang benar.
“Bimbingan ini pun memberikan akses informasi terkait pembiayaan dan pendampingan usaha kreatif, sehingga ibu-ibu tidak hanya melek mengelola uang, tapi juga berdaya secara ekonomi,” kata politisi NasDem tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang keuangan. Turut hadir Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, S.E., M.Sc., dan Deputi Komisioner Perencanaan Strategis Keuangan OJK RI, Darmansyah.
Dalam sesi bimbingan, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari pengelolaan keuangan rumah tangga, cara membedakan lembaga keuangan resmi dan ilegal, hingga langkah dasar memasuki dunia pasar modal secara cerdas.
Masyarakat juga mendapatkan edukasi strategi membaca peluang investasi saham serta mengelola risikonya secara terukur, dan yang paling diminati, strategi melawan jeratan pinjaman online dan berbagai modus penipuan finansial lainnya.
Melalui kolaborasi antara Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, OJK, dan Partai NasDem, diharapkan masyarakat Sumsel, khususnya perempuan, menjadi lebih tangguh secara ekonomi dan tidak mudah menjadi korban kejahatan finansial digital. (*)










