Menurut Asmono, bentuk regulasi untuk melindungi aktivitas pers mahasiswa bisa macam-macam. Dewan Pers telah menjalin komunikasi dengan Kemendikbudristek untuk mencari jalan keluar bagi lahirnya kebijakan terkait pers mahasiswa. “Kami terus berkomunikasi agar segera ada dialog bersama untuk mengupayakan pengaturan perlindungan terhadap aktivitas pers mahasiswa”, ujarnya.
Sejarah Pers Mahasiswa

Apa yang terjadi pada pers mahasiswa di berbagai kampus di Indonesia pasca reformasi menjadi bukti bahwa pembungkaman terhadap pers khususnya pers mahasiswa belum berubah tidak bedanya dengan era Orde Baru yang mengekang kebebasan pers termasuk pers mahasiswa. Di kampus kebebasan pers dikekang oleh para pimpinan perguruan tinggi.
Dalam sejarahnya pers mahasiswa sudah ada sejak lama. Amir Effendi Siregar dalam buku “Pers Mahasiswa Indonesia: Patah Tumbuh Hilang Berganti” mencatat periodisasi sejarah pers mahasiswa (era kolonial [zaman kolonial Belanda dan Jepang] dan era kemerdekaan [demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, 1966—1974, 1974—1980-an). Buku ini terbit sebelum reformasi, tidak ada membahas periodisasi pers mahasiswa pasca era reformasi.
Amir Effendi Siregar (almarhum) menarik kesimpulan bahwa dinamika pers mahasiswa amat tergantung pada personalitas rezim politik yang sedang berkuasa: apakah menganut sistem libertarian, demokrasi, ataukah otoritarian.
Ada bukti dan catatan sejarah bahwa pers mahasiswa sudah ada sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Didik Supriyanto dalam “Perlawanan Pers Mahasiswa – Protes Sepanjang NKK/BKK” (1998) menulis, Pers mahasiswa muncul pertama kali pada zaman kolonial yang digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan gagasan nasionalisme dan kemerdekaan. Langkah awal ini dilakukan oleh Indische Vereeneging, sekelompok mahasiswa pribumi yang sedang menempuh pendidikan di Belanda.
Seiring zamannya pers mahasiswa di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Pada masa zaman penjajahan Jepang kehidupan pers mahasiswa sempat meredup dan kemudian kembali berdetak pasca kemerdekaan Indonesia.
Sejak era tahun 50-an sejarah dan dinamika pers mahasiswa di Indonesia, selama bertahun-tahun, dibebani romantisme dan mitologisasi akan “kebesaran kebesarannya”. Pers mahasiswa tahun 1950-an memiliki seorang aktivis pers mahasiswa bernama Nugroho Notosusanto yang kemudian pada masa Orde baru menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Ada Jakob Oetama (almarhum) wartawan senior dan pendiri Harian Kompas, menyatakan, “Saya bisa mengerti mengapa koran kampus di negeri kita cenderung mempersoalkan masalah masalah umum. Itulah tradisi mahasiswa Indonesia sejak zaman pergerakan. Bahkan di zaman pergerakan tempo hari, di sini maupun di Nederland, penerbitan mahasiswa seperti sempat menjadi bentara kebangkitan nasional yang amat bermutu dan berpengaruh!”
Wartawan senior Rosihan Anwar (almarhum) juga pernah berkomentar tentang pers mahasiswa. “Keberanian pers mahasiswa ini kemudian ‘menulari’ pers nasional yang masih berhati-hati sehingga menjadi berani pula […] sehingga dapat dikatakan kiranya bahwa salah satu sumbangan dari pihak pers mahasiswa kepada pihak pers nasional pada suatu kurun zaman perjuangan bangsa kita ialah suntikan keberanian”.
Pada masa Orde Lama, para aktivis pers mahasiswa masa itu mendirikan organisasi pers diantaranya, Ikatan Wartawan Mahasiswa Indonesia (IWMI) dan Serikat Pers Mahasiswa Indonesia (SPMI). Kemudian pada era Orde Baru ada organisasi Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) dan pada era reformasi aktivis pers mahasiswa berhimpun dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI).
Pada periode 1966—1974, 1974—1980-an sampai sebelum 1998, pers mahasiswa tumbuh dan berkembang seperti layaknya pers umum. Pada masa 1960-an ada pers mahasiswa diantaranya Mimbar Demokrasi, Mahasiswa Indonesia dan Harian KAMI. Kemudian tahun 1970-an ada pers mahasiswa Kampus yang diterbitkan aktivis mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Salemba diterbitkan aktivis pers mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan Gelora Mahasiswa yang diterbitkan aktivis pers mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM).









