Dari Disertasi Firdaus Komar ke Direktur UKW PWI Pusat

Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar. (FOTO: Humas Pemprov Sumsel)

Dalam curhatnya, Firko mengaku sempat meragukan  untuk menerima amanah sebagai Direktur UKW. Sebelum menerima amanah tersebut, “Saya minta waktu untuk bicara empat mata dengan Ketum PWI Pusat Bang Hendry. Saat itu dia meyakinkan bahwa tenaga dan pikiran saya sangat sangat dibutuhkan di Jakarta menjadi bagian dari pengurus PWI Pusat. Ada banyak hal yang disampaikan Ketua Umum PWI termasuk terkait independensi pengelolaan  UKW”, katanya.

Setelah berbicara dengan Ketua PWI Hendry Bangun, Firko juga mendiskusikan amanah tersebut dengan keluarga. “Ada banyak aspek yang didiskusikan dengan istri dan anak-anak. Termasuk jabatan Ketua PWI Sumsel akan melanjutkan untuk jabatan peridoe kedua, mengingat sebagian besar anggota PWI di Sumsel mengharapkan saya tetap di Sumsel”, ujarnya.

Bacaan Lainnya
Hendry Ch Bangun saat ke Palembang menghadiri ujian doktor Firko. (FOTO: Doedy Oskandar)

 

Dengan bulat hati dan bulat kata, Firko memutuskan untuk menjabat sebagai Ketua PWI Sumsel cukup satu periode masa jabatan. Akhirnya pria kelahiran 8 Januari 1971 di Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, memutuskan menerima amanah dari Hendry Ch Bangun.

“Setelah memutuskan menerima amanah sebagai Direktur UKW PWI Pusat saya mengajukan syarat, meminta tidak diintervensi pengelolaan Lembaga UKW PWI dan meminta untuk pengembangan secara personal dari berbagai kemampuan dirinya. Itu disepakati dan disetujui Bung Hendry”, katanya.

Konsekuensi tugas dan tanggung jawab pada bidang UKW, maka Firko pada harus fokus dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas barunya sebagai Direktur UKW. “Ibarat tarikan benang merah. Perjalanan menjadi Direktur UKW PWI Pusat ini bukan suatu kebetulan.

Pos terkait