KATANDA.ID, Lubuklinggau – Pj Wali Kota Lubuklinggau H Trisko Defriyansa bersama Ketua TPPS H Tamri memberikan secara langsung SK Bapak Bunda Asuh Stunting Se Kota Lubuklinggau dan Pemberian Makanan Tambahan kepada 98 anak Stunting
Acara digelar di halaman Kantor Kecamatan Barat II, Jalan Padat Karya kota Lubuklinggau, Kamis (1/2/2024).
Pj Wali Kota Lubuklinggau saat diwawancarai menyampaikan, bahwa
kegiatan hari ini di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Kegiatan terpadu pertama kita memberikan SK terbaru bagi ayah Bunda anak asuh stunting di Kota Lubuklinggau.
Berdasarkan data Eppgm sampai dengan hari ini per tanggal 31 Januari ada 225 anak stunting baik penambahan yang lama maupun dengan yang baru.
“Hari ini kami memberikan SK Bapak Bunda Asuh Stunting sekaligus memberikan makanan tambahan, ada hal yang berbeda kalau selama ini kita tidak melibatkan rumah sakit ataupun guru atau kepala sekolah, hari ini kita melibatkan dan meng SK kan kepada kepala sekolah dan rumah sakit yang ada di Kota Lubuklinggau,” jelasnya.
Kenapa kepala sekolah dan rumah sakit dilibatkan bapak asuh stunting,
tentunya pihak rumah sakit secara medis dia sangat paham bagaimana memperlakukan anak stunting dan untuk kepala sekolah kita berharap menjadi figur di sekolahnya yang akan mengajak guru-gurunya bersama-sama bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak asuh stunting supaya lebih cepat keluar dari kondisi-kondisi yang tidak sesuai dengan pertumbuhan anak tersebut.
Selain itu juga balita stunting memperhatikan protein makanannya, memperhatikan lingkungan kesehatan rumahnya dan memperhatikan kondisi perkembangan dari lingkungan setempat.
Sejalan dengan program penurunan stunting dan inflasi di Kota Lubuklinggau pertama bapak Kapolres, Pak Dandim selalu berupaya bersinergi untuk melakukan penurunan inflasi.
“Untuk inflasi hari ini kita lakukan pasar murah dengan melibatkan distributor Bulog, kemudian melibatkan pelaku-pelaku usaha,” tuturnya.
Menurutnya, hari ini ada beberapa trend komoditi yang meningkat, akan tetapi kemarin rapat dengan BPS ada hal yang juga agak sedikit penyumbang kenaikan inflaasi salah satunya rokok Kretek selain bawang dan beras.
“Kita sekarang sudah merancang mengintegrasikan aplikasi Si Nana untuk pegawai, jadi kita integrasikan pegawai yang tidak taat bayar PBB, pegawai tidak taat bayar pajak kendaraan dan pegawai yang tidak membayar PDAM air bersih, termasuk juga yang tidak kunjungan ke anak asuh stunting di aplikasi pegawaian Si Nana akan terlihat,” jelasnya.
“Saya mengimbau kepada Ketua TPPD sekaligus bapak sekda untuk memantau langsung kegiatan OPD, Camat,Lurah dan Kepala sekolah bagi yangbtidak mengunjungi anak asuhnya saat rapat di pemkot Lubuklinggau untuk di bacakan,” sambungnya.
Kedepan kami akan menyusun reward dan punishment untuk bapak asuh stunting karena ini menyangkut program nasional maka kami akan susun programnya.
“Mungkin reward-nya mungkin untuk jenjang karir, untuk panismen sendiri masih pertimbangkan supaya tidak ada yang melanggar regulasi atau aturan atau undang-undang yang berlaku,” bebernya.
Contoh kalau camat yang bisa sukses menurunkan angka stunting,angka inflasi mungkin bisa naik kejenjang eselon II dan ini menjadi pertimbangan kami selaku pimpinan didaerah, tutupnya. (mil)









