Menko Polkam Minta Perusahaan Nakal Pelaku Karhutla Ditindak Tegas

KATANDA.ID, Palembang – Walikota Palembang, Ratu Dewa dampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H

dalam peninjauan posko dan lokasi Karhutla di Kecamatan Sematang Borang Palembang, Kamis (15/10) pagi.

Selain Walikota Palembang, turut hadir juga Deputi BMKG, Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Rony Samtana serta Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo), Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Menko Polkam RI, Dudung Abdurachman menyampaikan, bahwa dirinya juga telah merasakan secara langsung kondisi kabut asap di kota Palembang.

“Tadi pagi kita juga sudah merasakan bagaimana kabut asap yang masih cukup tebal,” kata Menko Polkam RI.

Disampaikannya, melalui laporan yang diterima dari Danrem 044/Garuda Dempo, bahwa kabut asap yang saat ini dirasakan merupakan dampak dari Karhutlah di Wilayah Kabupaten OKI.

“Ada beberapa titik hotspot yang memang cukup banyak, dan ini perlu ditangani secara serius,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada Pandam serta Kapolda untuk lebih tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang bandel.

“Pangdam dan Kapolda juga sudah menyegel beberapa perusahaan. Harus tegas-tegas saja,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Dudung Abdurachman juga meminta untuk menindak secara tegas kepada masyarakat dengan sengaja melakukan pembakaran. “Karena kalau ini dibiarkan akan semakin meluas,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi BMKG yang juga turut hadir dalam peninjauan tersebut menyampaikan bahwa Wilayah Sumatera Selatan, khususnya bagian tenggara yang lebih mendominasi gambut, diperkirakan baru akan memasuki musim penghujan pada Bulan November.

“Artinya masih satu bulan lebih kondisi kering ini akan kita hadapi, bahkan pada titik tertentu itu malah pada awal Desember baru akan masuk musim penghujan,” ungkapnya.

Namun lanjut Deputi, untuk beberapa wilayah seperti Riau, Jambi, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah akan lebih cepat.

“Tapi untuk Sumatera Selatan dan Lampung kemungkinan akan paling akhir masuk musim penghujannya untuk wilayah rawan Karhutlah,” jelasnya. (*)

Pos terkait